<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sedikit Berbagi</title>
	<atom:link href="http://amidi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amidi.wordpress.com</link>
	<description>Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Jan 2010 08:26:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='amidi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sedikit Berbagi</title>
		<link>http://amidi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://amidi.wordpress.com/osd.xml" title="Sedikit Berbagi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://amidi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mitos-mitos Pra dan Paska Kelahiran</title>
		<link>http://amidi.wordpress.com/2010/01/07/mitos-mitos-pra-dan-paska-kelahiran/</link>
		<comments>http://amidi.wordpress.com/2010/01/07/mitos-mitos-pra-dan-paska-kelahiran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 08:26:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amidi.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin tulisan ini sekedar berbagi bagi teman-teman sekalian yang istrinya sedang hamil ataupun sedang mempersiapkan kelahiran anaknya agar nantinya tidak kaget ketika kita harus berbeda pendapat dengan ortu ataupun orang-orang di sekitar kita yang sering memberi masukan kepada kita apa yang harus dilakukan ketika kita menghadapi kelahiran anak dan setelah kelahiran anak yang banyak kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=87&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin tulisan ini sekedar berbagi bagi teman-teman sekalian yang istrinya  sedang hamil ataupun sedang mempersiapkan kelahiran anaknya agar nantinya tidak kaget ketika kita harus berbeda pendapat dengan ortu ataupun orang-orang di sekitar kita yang sering memberi masukan kepada kita apa yang harus dilakukan ketika kita menghadapi kelahiran anak  dan setelah kelahiran anak yang banyak kita  temui di masyarakat umum, yang secara agama dan ilmiah tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.</p>
<p>1.Tujuh bulanan.<br />
Upacara yang dilakukan menyambut usia tujuh bulan masa kehamilan, biasanya mempelai berdua dimandikan pada malam hari dengan air bunga setaman oleh tujuh sesepuh, kemudian memakai air kendi dari tujuh mata air  untuk mencuci muka setelah selesai  kendi tersebut dipecah.<br />
Kemudian memasukkan telur ayam kampong melalui sarung dari calon ibu oleh suami  melalui perut sampai pecah di bawah, yang memyimbolkan supaya bayi lahirnya lancar tanpa halangan.<br />
Upacara nyamping tujuh kain, pemutusan lawe atau janur kuning oleh calon suami, pemasukan kelapa gading yang sudah digambari tokoh wayang biasanya arjuna dan srikandi melalui sarung calon ibu, ketika sampai di bawah kemudian dipecah oleh calon ayah, pemilihan nasi kuning melalui takir oleh calon suami kemudian penjualan dawet yang pembeliannya menggunakan pecahan genting yang kemudian dikumpulkan yang menandakan banyak rejekinya.<br />
2.Penguburan ari-ari bayi<br />
Di masyarakat biasanya ari-ari bayi dikubur yang kemudian diberi tambahan pensil, buku, penggaris, atau yang lainnya dengan tujuan supaya bayinya pintar. Ada juga sebelum dikubur dicuci dulu kemudian diberi garam, air jeruk dan lain-lain. Atau juga mereka menganggap sebagai kembaran dari bayi tersebut sehingga harus diberi penerangan selama lebih dari 40 hari.<br />
Al Qur’an, sunnah maupun ijma’ para ulama tidaklah menyebutkan hukum tentang perlakuan terhadap ari-ari seorang bayi yang baru dilahirkan.Ari-ari (plasenta) adalah seperti bagian-bagian tubuh manusia lainnya yang terlepas dari tubuhnya sehingga tidak ada perlakuan khusus terhadapnya. Jadi pada dasarnya boleh saja ia dibuang, dilempar ke laut atau lainnya selama hal itu tidak mencemari kebersihan dan kesehatan lingkungan, mengganggu kenyaman orang lain atau dengan kata lain tidak memberikan mudharat kepada orang lain dikarenakan bau yang ditimbulkannya.Namun demikian yang terbaik untuk menghindari itu semua tentunya adalah dengan menguburnya kedalam tanah serta untuk memuliakan anak Adam yang baru dilahirkan itu, sebagaimana perlakuan terhadap anggota tubuh lainnya yang terlepas darinya.Didalam tafsir al Qurthubi bahwa al Hakim at Tirmidzi menyebutkan didalam kitab “Nawadir al Ushul” bahwa Nabi saw bersabda,”Potonglah kuku-kuku kalian dan kuburkanlah potongan-potongan kuku kalian, bersihkan sela-sela jari kalian, bersihkan gusi kalian dari makanan dan gosoklah gigi kalian. Janganlah kalian mendekatiku dengan mulut yang bau.”Didalam penjelasannya tentang penguburan potongan-potongan kuku itu, dia mengatakan bahwa jasad seorang mukmin memiliki kehormatan maka apa saja yang terlepas darinya ia harus tetap dijaga kehormatannya dan sebaiknya ia dikuburkan sebagaimana apabila orang itu meninggal dunia. Dan apabila sebagiannya telah mati maka ia pun juga harus dihormati dengan dikuburkan agar tidak tercerai berai dan janganlah dibuang ke api atau ke tempat sampah. (al Jami’ Li Ahkamil Qur’an juz II hal 102) Jadi apabila ari-ari tersebut dikuburkan maka sesungguhnya ia adalah penguburan biasa, tidak ada ritual-ritual tertentu didalamnya dan tidak perlu meletakkan penerangan diatasnya apalagi disertai dengan berbagai keyakinan-keyakinan yang mengandung unsur-unsur kesyirikan.<br />
3.Puput puser<br />
Biasanya beberapa orang di masyarakat kita , bekas luka dari pemotongan plasenta dipuser bayi bila sudah sembuh harus disimpan terus oleh ortunya.<br />
4.Dioleskan kotoran bayi pada wajah bayi dengan tujuan supaya wajahnya cantik, padahal yang namanya kotoran adalah barang yang tidak berguna sehingga harus dibersihkan<br />
5.Sepasaran<br />
Kalau dalam Islam ada aqiqahan dalam masyarakat kita ada namanya dengan sepasaran atau 6 -hari setelah bayi lahir. Kalau dalam sepasaran tidak ada tradisi penyembelihan kambing, tapi sekedar makan-makan kecil dengan menggunankan sayuran pecel (gudangan) sebagai menu utamanya.<br />
6.Bunyi-bunyian<br />
Sekembalinya dari rumah sakit atau rumah bersalin sebagian masyarakat kita percaya supaya bayi tidak kagetan maka harus membunyikan suara dengan memukul panci atau wajan atau alat dapur lainnya.<br />
7.Memandikan bayi harus satu orang<br />
Proses memandikan bayi yang kalau lagi belajar biasanya dilakukan ramai-ramai atau paling nggak 2 orang suami istri. Ada sebagian orang hal tersebut  dilarang karena menyerupai memandikan mayat, sebuah pemikiran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan<br />
        Masih banyak lagi mitos-mitos pada kelahiran bayi dan paska kelahiran bayi seperti bayi harus dibedong, pemijatan bayi yang sampai digantung, dan lain sebagainya, yang tampaknya oleh masyarakat kita begitu dilestarikan. Yang terpenting untuk calon bapak dan calon Ibu harus mampu menjelaskan bila hal-hal tersebut dihadapi, dan tak lupa kita harus bertanya dengan ahlinya, persalinan dengan dokter kandungan atau bidan, hukum agama dengan ustadz, kalau masalah bayi dengan dokter anak atau bidan. Mungkin teman-teman mau nambahin …., semoga bermanfaat.<br />
Diolah dari berbagai sumber</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amidi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amidi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amidi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amidi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amidi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amidi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amidi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amidi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amidi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amidi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amidi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amidi.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amidi.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amidi.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=87&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amidi.wordpress.com/2010/01/07/mitos-mitos-pra-dan-paska-kelahiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6807d0ac74cf4f05aebac2e1c609dae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RUKUN-RUKUN SHALAT</title>
		<link>http://amidi.wordpress.com/2009/05/24/rukun-rukun-shalat/</link>
		<comments>http://amidi.wordpress.com/2009/05/24/rukun-rukun-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 02:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amidi.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[RUKUN-RUKUN SHALAT Shalat memiliki rukun-rukun yang  jika ditinggalkan salah satunya  maka batallah sholat tersebut. Rukun-rukun tersebut adalah 1.Niat Niat adalah azam (kemauan yang kuat dari) hati untuk menunaikan sholat tertentu, berdasarkan sabda Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam إنَّمَا الأ عْمَالُ بِا لنِّيَّا تِ وَ إنَّمَا لِكُلِّ امْرِ مَا نَوَى “Sesungguhnya segala amalan itu tergantung  kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=78&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RUKUN-RUKUN SHALAT</p>
<p>Shalat memiliki rukun-rukun yang  jika ditinggalkan salah satunya  maka batallah sholat tersebut. Rukun-rukun tersebut adalah</p>
<p><strong> 1.Niat</strong></p>
<p>Niat adalah azam (kemauan yang kuat dari) hati untuk menunaikan sholat tertentu, berdasarkan sabda Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam</p>
<p dir="rtl">إنَّمَا الأ عْمَالُ بِا لنِّيَّا تِ وَ إنَّمَا لِكُلِّ امْرِ مَا نَوَى</p>
<p>“Sesungguhnya segala amalan itu tergantung  kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan niatnya.” (Shohih Bukhari 1 dan Shohih Muslim 3/1515)</p>
<p>Niat ini letaknya bersamaan dengan takbiatul ihram bersamaan dengan mengangkat tangan, dan tidak apa-apa dilakukan sebentar sebelumnya.</p>
<p><span id="more-78"></span></p>
<p><strong>2.Takbiratul Ihram</strong></p>
<p>Dengan lafadz    الله أكبر, berdasarkan sabda  Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam</p>
<p dir="rtl">مِفْتَا حُ الصَّلاَ ةُ الطَّهُوْرُ وَتَحْرِيْمُهَا التَّكْبِيْرُ وَتَحْلِيْلُهَا التَّسْلِيْمُ</p>
<p dir="rtl">
<p>“Pembuka shalat  adalah bersuci, yang mengharamkan adalah  takbir dan yang menghalalkannya adalah  salam.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud  dalam sunannya  1/16, Ibnu Majah  dalam Sunannya 1/101, dan Tirmidzi dalam Jami’nya 1/10 dan dishohihkan  oleh Syaikh al Albani dalam Shohihul Jami’ 5885)</p>
<p><strong>3. Berdiri jika mampu dalam sholat wajib</strong></p>
<p dir="rtl">حَفِظُواْ عَلَى الصَلَوَتِ وُالصّلوةِ الوُسْطَى وَقُومُوالِلَّهِ قَنِتِيْنَ</p>
<p dir="rtl">
<p>“Peliharalah semua shalat(mu), dan peliharalah  shalat wustho, berdirilah untuk Allah dalam shalatmu dengan khusyu.” (QS al Baqarah 238) dan sabda Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam</p>
<p dir="rtl">
<p dir="rtl">صَلِّ قَائِمًافَإن لم تستطع فقا عدا فإن لم تستطع فعلي خنب</p>
<p dir="rtl">
<p>“Sholatlah dengan berdiri, jika tidak mampu  maka dengan duduk, dan jika  tidak mampu  maka dengan berbaring.” (Diriwaytkan  oleh Bukhari  dalam Shohihnya 1/376)</p>
<p><strong>4. Membaca surat Al Fatihah pada setiap raka’at.</strong></p>
<p>Berdasarkan sabda Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam</p>
<p dir="rtl">لاَ صَلاَ ةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأُ بِفَا تِحَةِ الكِتَابِ</p>
<p dir="rtl">
<p>“Tidak  sah shalat  orang  yang tidak membaca  al Fathihah.” ( Muttafaq ‘alaih, Shahih Bukhori 1/263 dan Shahih Muslim 1/295)</p>
<p><strong>5. Ruku’.</strong></p>
<p>Berdasarkan firman Allah</p>
<p dir="rtl">يَأَ يُّهَا الّذِيْنَ ءَامَنُواْ ارْكَََعُواْ وَاسْجُدُواْ وَاعْبُدُواْ رَبَّكُمْ وَافْعَلُواْ الخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ</p>
<p dir="rtl">
<p>“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu. Sujudlah kamu. Sembahlah Rabbmu dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat  kemenangan…” (QS al Hajj 22: 27)  dan sabda Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam kepada orang yang tidak  benar sholatnya</p>
<p dir="rtl">ثُمَّ رْكََعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا</p>
<p>“Kemudian ruku’lah  hingga ruku’ dengan thuma’minah.” (Muttafaqun ‘laih, shohih Bukhori 1/263 dan Shohih Muslim 1/298)</p>
<p><strong>6. Mengangkat  kepala dari ruku’.</strong></p>
<p>Berdasarkan  sabda Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam  kepada orang yang tidak benar  dalam sholatnya</p>
<p dir="rtl">ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّىتَعْتَدِلَ قَائِمًا</p>
<p>“Kemudian bangkitlah dari ruku’ hingga engkau berdiri i’tidal.” (Muttafaq’aaih, Shahih Bukhari 1/263 dan Shahih Muslim 1/298)</p>
<p><strong>7. Berdiri i’tidal.</strong></p>
<p>Berdasarkan hadist  di atas  dan sabda Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam</p>
<p dir="rtl">لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى صَلاَةِ  رَجُلٍ لاَيُقِيْمُ صُلْبَهُ بَيْنَ  رَكُوْعِهِ وَسُجُوْدِهِ</p>
<p dir="rtl">
<p>“Allah tidak melihat  shalat orang yang tidak menegakkan  tulang belakangnya di antar ruku’ dan sujudnya.” (Diriwayatkan oleh Ahmad  dalam Musnadnya 2/525  dan dishohihkan oleh Syaikh  al Albani dalam Shohih Targhib wa Tarhib 527)</p>
<p><strong>8. Sujud.</strong></p>
<p>Berdasrkan  ayat di atas  dan sabda Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam</p>
<p>Kepada orang yang tidak benar dalam shalatnya</p>
<p dir="rtl">ثُمَّ اسْجُدُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدَا</p>
<p>“Kemudian sujudlah hingga engkau sujud dengan thuma’ninah .” (Muttafaq ‘alaih,Shahih Bukhari 1/263 dan Shahih Muslim 1/298)</p>
<p><strong>9. Bangkit dari sujud.</strong></p>
<p>Berdasarkan sabda Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam kepada orang  yang tidak benar dalam shalatnya</p>
<p dir="rtl">ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَ جَالِسًا</p>
<p>“Kemaudian bangkitlah hingga engkau duduk dengan thuma’ninah.” (Muttafaq’alaih, Shahih Bukhari 1/263 dan Shahih Muslim 1/298)</p>
<p><strong>10.Duduk di antara dua sujud.</strong></p>
<p>Berdasarkan sabda Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam</p>
<p dir="rtl">لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى صَلاَةِ  رَجُلٍ لاَيُقِيْمُ صُلْبَهُ بَيْنَ  رَكُوْعِهِ وَسُجُوْدِهِ</p>
<p>“Allah tidak melihat  sholat orang yang tidak menegakkan  tulang belakangnya di antara  ruku’ dan  sujudnya.” (Diriwayatkan  oleh Imam Ahmad  dalam musnadnya  2/525 dan di shahihkan  oleh Syaikh al Albani dalam Shahih  Targhib wa Tarhib 527)</p>
<p><strong>11.Thuma’ninah di dalam  ruku’, sujud, berdiri, dan duduk.</strong></p>
<p>Berdasarkan  sabda Rasulullah  Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam  kepada orang  yang tidak benar dalam shalatnya di dalam ruku’, sujud,  berdiri,  dan duduknya:</p>
<p dir="rtl">حَتَّى تَطْمَئِنَّ</p>
<p>“Hingga engkau melakukannya dengan thuma’ninah.” (Muttafaq’alaih Shahih  Bukhari 1/263 dan Shahih Muslim 1/298)</p>
<p>Hakekat thuma’ninah adalah hendaknya diam di dalam  ruku’, sujud, berdiri, dan  duduknya dengan kadar  waktu dia mengatakan:    سبحان ربي العظيم sekali ucapan, dan yang lebih  dari kadar ini maka adalah sunnah.</p>
<p><strong>12.Tasyahhud akhir dan duduk tasyahhud.</strong></p>
<p>Adapun  tasyahhud akhir berdasarkan perkataan Ibnu Mas’ud: “ Kami biasa mengucapkan  di dalam shalat  sebelum diwajibkan tasyahud</p>
<p dir="rtl">السَّلاَمُ عَلَى اللهِ السَّلاَ مُ عَلَى جِبِرِيْلَ وَ مِكَائِيْلَ</p>
<p>“Keselamatan atas Allah, keselamatan  atas Jibril dan Mikail,” maka Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam  bersabda: “Janganlah  kalian mengucapkan demikian karena sesungguhnya  Allah Azza wa Jalla adalah As Salam, tetapi ucapkanlah:</p>
<p dir="rtl">التَّحِيَّا تُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَ الطَّيِِِّبَاتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أيُّهَاالنَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَ عَلَى عِبَادِاللهِ الصَّا لِحِيْنَ</p>
<p dir="rtl">
<p dir="rtl">أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَاللهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ</p>
<p dir="rtl">
<p>“Segala  penghormatan , shalawat, dan kebaikan  bagi Allah  semata, keselamatan atas Nabi demikian  juga rahmat  Allah dan berkah–berkahNya, keselamatan atas kami  dan atas  para hamba Allah yang shalih, aku bersaksi bahwasanya  tidak ada sesembahan  yang berhak  disembah  kecuali Allah  dan aku  bersaksi bahwasanya  Muhammad  adalah  hamba dan RasulNya.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah  dalam Sunannya  1/290, Nasa’i dalam Sunannya 3/40, dan dishohihkan  oleh Syaikh al Albani dalam shahihul Jami’ 7403)</p>
<p dir="rtl">إِذَ جَلَسَ أحَدَ كُمْ فَلْيَقُلْ التَّحِيَاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ</p>
<p>“Jika seorang kalian  duduk  maka hendaknya mengucapkan : Segala  penghormatan, shalawat, dan kebaikan bagi Allah semata. (Diriwayatkan  oleh Abu Dawud dalam sunannya  1/254, dan Nasa’I  dalam Sunannya  3/50, dan dishohihkan  oleh Syaikh  al Albani dalam Shohihul Jami’ 7403(</p>
<p><strong>13. Salam.</strong></p>
<p>Dan berdasarkan  sabda Rasulullah</p>
<p dir="rtl">مِفْتَا حُ الصَّلاَ ةُ الطَّهُوْرُ وَتَحْرِيْمُهَا التَّكْبِيْرُ وَتَحْلِيْلُهَا التَّسْلِيْمُ</p>
<p dir="rtl">
<p>“Pembuka shalat adalah bersuci, yang mengharamkan  adlah takbir dan yang  menghalalkannya adalah salam.”</p>
<p>(Diriwayatkan  oleh Abu Dawud dalam sunannya  1/16, Ibnu Majah  dalam Sunannya  1/101, dan Tirmidzi  dalam Jami’nya 1/10 dan dishohihkan  oleh Syaikh  alAlbani  dlam  Shohihul Jami’ 5885)</p>
<p><strong>14. Tartib.</strong></p>
<p>Hendaknya rukun-rukun ini  dilakukan  dengan urutan  yang benar, jangan sampai membaca al Fatihah  sebelum takbiratul ihram, dan jangan  sampai sujud  sebelum ruku’, berdasarkan sabda Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam</p>
<p dir="rtl">صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَلّي</p>
<p>“Shalatlah  kalian sebagaimana  kalian melihat aku shalat.” (Diriwayatkan  Bukhari dalam Shohihnya 1/226)</p>
<p>Sudah Benarkah Sholat Kita, Bimbingan Praktis  Sholat Wajib dan Sunnah. Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amidi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amidi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amidi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amidi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amidi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amidi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amidi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amidi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amidi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amidi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amidi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amidi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amidi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amidi.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=78&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amidi.wordpress.com/2009/05/24/rukun-rukun-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6807d0ac74cf4f05aebac2e1c609dae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendidik Dengan Sepuluh Sentuhan</title>
		<link>http://amidi.wordpress.com/2009/05/16/mendidik-dengan-sepuluh-sentuhan/</link>
		<comments>http://amidi.wordpress.com/2009/05/16/mendidik-dengan-sepuluh-sentuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 03:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Mendidik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amidi.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Mendidik Dengan Sepuluh Sentuhan Dr. Thariq M. As Suwaidan dalam bukunya  “Sukses Tanpa Batas” menawarkan  10 sentuhan untuk membangkitkan  potensi diri anak  dengan rumus HUMANTOUCH. Menariknya  10 sentuhan  tersebut diurai satu demi satu  dari huruf yang tersusun  dalam kata  HUMANTOUCH  itu sendiri Hear Him (Dengarkan Pendapatnya) Inilah sentuhan  pertama yang harus kita lakukan. Kenapa kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=74&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mendidik Dengan Sepuluh Sentuhan</strong></p>
<p>Dr. Thariq M. As Suwaidan dalam bukunya  “Sukses Tanpa Batas” menawarkan  10 sentuhan untuk membangkitkan  potensi diri anak  dengan rumus HUMANTOUCH. Menariknya  10 sentuhan  tersebut diurai satu demi satu  dari huruf yang tersusun  dalam kata  HUMANTOUCH  itu sendiri</p>
<p><span id="more-74"></span></p>
<ul>
<li><strong>Hear Him (Dengarkan Pendapatnya) </strong></li>
</ul>
<p>Inilah sentuhan  pertama yang harus kita lakukan. Kenapa kita harus mendenangarkan mereka? Karena pendapat  mereka patut di dengar Pada dasarnya anak didik kita  bukan pribadi yang bodoh. Sungguh mereka  adalah hamba yang dilahirkan  fitrah dan  hanif. Jadilah pendengar yang baik bagi mereka. Bila kita mau mendengar  maka mereka akan berani dan percaya diri. Nantinya mereka akan  mau mendengar orang lain</p>
<ul>
<li><strong>Understand His Feeling (Pahamilah Perasaannya) </strong></li>
</ul>
<p>Setelah kita mendengarkan pendapat, keluhan, dan masalah yang dihadapinya, kemudian pahamilah perasaannya. Dengan memahami perasaan mereka, kita akan  melangkahkan  masuk ke ruang hati mereka. Sebuah tahapan  di mana kita  menjadi bagian penting  dalam kehidupan mereka. Mereka akan dapat merasakan simpati  dan empati kita.  Mereka akan merasa nyaman dan merindukan  kita. Kelak, mereka akan menjadi  pribadi yang berupaya  memahami orang lain.</p>
<ul>
<li><strong>Motivate His Desire (Doronglah Semangatnya)</strong></li>
</ul>
<p>Setelah memahami  perasaannya, barulah kita bisa  memotivasi semangat  hidupnya, terutama ketika menghadapi  problem hidup. Memberikan motivasi  hanya bisa kita lakukan  ketika kita dianggap  sebagai bagian yang sangat penting  dalam hidupnya. Tugas mulia kita menjadi  motivator. Membangkitkan  semangat yang lemah, menguatkan keinginan yang pudar,  membangun kepercayaan diri yang runtuh. Beruntunglah orang  yang kehadirannya dinantikan, kepergiannya dirindukaan dan perkataannya diharapkan.</p>
<ul>
<li><strong>Appreciate His Effort (Hargailah Usahanya)</strong></li>
</ul>
<p>Menghargai  adalah pekerjaan  berat dan mulia. Tidak setiap  orang mampu  menghargai kelebihan dan prestasi orang lain. Kecenderungan manusia  adalah  ingin dihargai dan dipuja. Sungguh berat  untuk memuji orang lain, apalagi secara struktural  dan fungsional berada di bawah atau setara. Kita harus fair  memberikan apresiasi terhadap  hasil kerja mereka sekecil apapun. Kita harus belajar menghargai, agar kelak mereka  bisa menghargai  orang lain.</p>
<ul>
<li><strong>News Him (Beritakan dan Ceritakanlah Tentangnya)</strong>.</li>
</ul>
<p>Anak akan  bangga ketika prestasinya  diinformasikan  kepada khalayak. Menjadi  kehormatan  tersendiri, apabila kebaikan dan prestasi  yang diraih diumumkan. Nilainya berbeda, melebihi iklan  di media massa. Kita harus belajar  memberitahukan  hasil karya  mereka kepada masyarakat  dengan membanggakan, jangan memberitakan  kelemahannya dengan mengabaikan keberhasilannya.  Beritakanlah kebaikan  mereka  niscaya  mereka akan  belajar memberitakan  kebaikan kita. *Namun semuanya harus dengan menimbang maslahat dan madharat dalam pemberitaan tersebut. Karena dengan pemberitaan tersebut bisa menimbulkan efek anak menjadi sombong atau bangga diri maka pemberitaan tersebut perlu kita tinjau kembali.</p>
<ul>
<li><strong>Train Him (Latihlah dia).</strong></li>
</ul>
<p>Setelah memberitakan  keberhasilannnya, kita tidak lalai  untuk terus melatih  dan mengasah kemampuan mereka. Mungkin saja prestasi yang diraih  menyebabkan lupa diri dan terlena  untuk terus memacu diri. Kita sebagai guru  dan orang tua  harus tampil  sebagai pendamping  yang mengingatkan mereka  untuk terus meningkatkan  kemampuan diri. Termasuk kita,  mungkin juga mulai  lengah  karena  merasa puas  dengan hasil  yang didapatkan. Meskipun prestasi telah diraih, tapi tiada  waktu yang boleh  terbuang sia-sia, kecuali di dalamnya penuh dengan aktifitas latihan dan latihan.</p>
<ul>
<li><strong>Open  His      Eyes (Buka Pandangan dan Wawasannya).</strong></li>
</ul>
<p>Tugas besar selanjutnya dari seorang  Guru dan Orangtua  adalah membuka wawasan tentang lingkungan sekitarnya. Kita tidak boleh menjadikan mereka laksana “Katak dalam tempurung” merasa hebat di rumah sendiri. Dengan prestasi yang mereka  peroleh, latihan  yang berkesinambungan  lalu bawa mereka  berjalan menelusuri  belahan  dunia  lain yang lebih maju. Anak-anak sangat senang  melihat sesuatu  yang baru dan menantang.</p>
<ul>
<li><strong>Understand His Uniqueness (Pahamilah  Keunikannya).</strong></li>
</ul>
<p>Sentuhan ini membutuhkan  kelapangan dan kebesaran hati, Allah telah melahirkan setiap  insan sebagai  pribadi istemewa. Setiap orang memiliki  keunikan masing-masing yang menjadi kekuatan  dan kelebihan dirinya. Setiap anak  hadir dengan  potensi diri  yang luar biasa yang berbeda  dengan yang lain. Perlakuan yang sama  pada setiap  pribadi  yang berbeda  adalah menafikan  keunikan. Maka, kenali dan pahamilah keunikannya, niscaya mereka  akan tumbuh pesat  menjadi pribadi  istemewa.</p>
<ol>
<li><strong>Contact Him (Jalinlah Komunikasi  Dengannya). </strong></li>
</ol>
<p>Sentuhan ini menghendaki  kita untuk  selalu membangun silaturahmi  intensif  dan spesial dengan mereka. Jalinan komunikasi  yang mesra  antara Guru  dan orang tua  dengan anak  akan melahirkan  pribadi  yang hangat. Pada dasarnya  setiap anak  membutuhkan  perhatian khusus. Jangan biarkan  mereka  menunggu  terlalu lama  hanya untuk mendengarkan  suara kita  yang lembut dan akrab. Sapaan kita  sungguh berharga bagi mereka.</p>
<ul>
<li><strong>Honour Him (Hormatilah Ia).</strong></li>
</ul>
<p>Puncak  dari mendidik  dengan sentuhan hati adalah  penghormatan.  Menghormati hanya  dapat dilakukan  oleh orang-orang  terhormat. Menghormati anak akan  menjadikan mereka  pribadi terhormat  dan menghormati orang lain. Tujuan akhir  dari pendidikan  adalah mencetak  generasi  shaleh dan  berakhlak karimah. Mereka itulah  manusia mulia, insan kamil. Jika kita  jarang mendapat  penghormatan, itu pertanda  kita jarang  memberikan penghormatan  kepada mereka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amidi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amidi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amidi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amidi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amidi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amidi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amidi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amidi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amidi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amidi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amidi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amidi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amidi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amidi.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=74&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amidi.wordpress.com/2009/05/16/mendidik-dengan-sepuluh-sentuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6807d0ac74cf4f05aebac2e1c609dae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syarat sahnya shalat</title>
		<link>http://amidi.wordpress.com/2009/05/13/syaratsahnyashalat/</link>
		<comments>http://amidi.wordpress.com/2009/05/13/syaratsahnyashalat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 02:33:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amidi.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Syarat sahnya sholat Islam Tidak sah sholat orang yang kafir  demikian juga  tidak diterima semua amalannya, Allah berfirman مَا كَا نَ لِلْمُشْرِكِيْنَ أَ يَعْمُرُوْ ا مَسَجِدَ اللهِ شَهِِدِ يْنَ عَلَى أ نْفُسِهِِمْ بِا لْكُفْرِ أُوْلَئِكَ حَبِطَتْ أعْمَلَهُمْ وَ فِى النَّارِ هُمْ خَلِدُوْنَ “Tidaklah pantas  orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang  mereka mengakui  bahwa mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=72&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syarat sahnya sholat</p>
<ul>
<li><strong>Islam</strong></li>
</ul>
<p>Tidak sah sholat orang yang kafir  demikian juga  tidak diterima semua amalannya, Allah berfirman</p>
<p dir="rtl">مَا كَا نَ لِلْمُشْرِكِيْنَ أَ يَعْمُرُوْ ا مَسَجِدَ اللهِ شَهِِدِ يْنَ عَلَى أ نْفُسِهِِمْ بِا لْكُفْرِ أُوْلَئِكَ حَبِطَتْ أعْمَلَهُمْ وَ فِى النَّارِ هُمْ خَلِدُوْنَ</p>
<p>“Tidaklah pantas  orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang  mereka mengakui  bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka” (QS At Taubah 17)</p>
<p><span id="more-72"></span></p>
<ul>
<li>Berakal</li>
</ul>
<p>Orang gila tidak wajib sholat, berdasarka sabda Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam</p>
<p dir="rtl">رُفِعَ القَلَمُ عَنْ ثَلاثَةٍ عَنْ المَجْنُوْ نِ المَغْلُوْ بِ عَلَى عَقْلِهِ حَتَّى يَفِيْقَ وَ عَنِ النَا ئِمِ وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلٍمَ</p>
<p>“Diangkat pena dari tiga golongan: dari orang gila sampai sadar, dari orang tidur, dan dari anak kecil sampai baligh. (dishohihkan oleh Syaikh al Aalbani dalam shohih Sunan Abu DAwud)</p>
<ul>
<li>Baligh</li>
</ul>
<p>Tidak wajib sholat atas anak kecil hingga dia baligh berdasarkan hadist di atas, hanya saja hendakna dia disunnakan agar  diperintah sholat ketika berusia tujuh tahun, berdasrkan sabda Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam</p>
<p dir="rtl">مُرُوْ االصَّبِيَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِيْنَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِيْنَ فَضْرِبُوْهُ عَلَيْهَا</p>
<p>“Perintahkan anak kecil  agar dia sholat ketika berusia tujuh tahun  dan ketika berusia  sepuluh tahun  pukullah dia ketika tidak mau sholat.”(Diriwayatkan ooleh Abu Dawud dalam Sunannya 1/133 dan dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam shohih al Jami’ 5867)</p>
<ul>
<li>Suci dari hadast kecil dan hadast besar .</li>
</ul>
<p>Hadast kecil adalah batalnya  wudhu dan hadast besar  ketika seorang belum mandi  dari janabah, berdasarkan firman Allah</p>
<p dir="rtl">يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْاإِذَا قُمْتُمْ إِلََى الصَّلَوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المَرَافِقِ وَامْسَحُوابِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الكَعْبَيْنِ<sup>ج</sup></p>
<p dir="rtl">
<p dir="rtl">
<p>“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah muka-muka kalian dan tangan-tangan kalian sampai dengan siku, dan usaplah kepala kalian dan basuh kaki kalian sampai degan kedua mata kaki.” (QS al Maidah 6) dan sabda Nabi ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam</p>
<p dir="rtl">لاَتُقْبَلُ صَلاَةِ بِغَيْرِ طُهُوْرٍ</p>
<p>“Tidak diterima sholat yang dilakukan dengan tanpa bersuci.” (Shohih Muslim 1/204)</p>
<ul>
<li>Kesucian tubuh, pakaian, dan tempat dari najis.</li>
</ul>
<p>Allah berfirman</p>
<p dir="rtl">وَثِيَا بَكَ فَطَهِِرْ</p>
<p>“Dan pakaianmu sucikanlah.” (QS al Muddatstsir 4) dan sabda Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam kepada  wanita yang mengalami istihadoh</p>
<p dir="rtl">اِغْسِلِيْ عَنْكِ الدَّمِ وَصَلِّي</p>
<p>“Cucilah darah darimu dan sholatlah.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud  dalam sunannya  1/80 dan Tirmidzi  dalam Jami’nya 1/217 dan dishohihkan  oleh Syaikh al Albani dalam silsilah Shohihah 1/609) dan hadist dari  Abu Hurairah bahwasanya dia berkata:</p>
<p dir="rtl">قَامَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِيْ المَسْجِدِفَتَنَاوَلَهُ النَّاسُ فَقَالَ لََهُمُ النَبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعُوْهُ وَهَرِيْقُوْا عَلَىبَوْلِهِ سِجْلاً مِنْ مَاءٍأَوْ ذُنُوْبًا مِنْ مَاءٍ</p>
<p>“Seorang  Arab Baduwi berdiri dan kencing  di masjid maka orang-orang  memegangnya, maka Rasulullah bersabda: Biarkanlah dia dan tuangkanlah atas kencingnya satu timba atau satu ember air.” (Diriwayatkan oleh Bukhori dalam shohihnya1/89)</p>
<ul>
<li>Sudah masuk waktu sholat</li>
</ul>
<p>Tidak wajib sholat   kecuali ketika  sudah masuk waktunya , tidak sah sholat  jjika dikerjakan sebelum waktunya berdasarkan firman Allah</p>
<p dir="rtl">إِنَّالصَّّلَوةَ كَانَتْ عَلَََىَ المُؤْمِنِيْنَ كِتَبًامَوْقُوْتَا</p>
<p>“ Sesungguhnya sholat  itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya  atas orang-orang  yang beriman.” (QS an-Nisa 103)  dan karena  Jibril turun  untuk mengajari  Nabi tentang  waktu-waktu sholat, dia mengimami  Nabi ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam di awal waktu dan  di akhir waktu, kemudian berkata kepada Nabi  ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam</p>
<p dir="rtl">الوَقْتُ مَابَيْنَ هَذَيْنِ الوَقْتَيْنِ</p>
<p>“Waktu sholat adalah antar dua ini.” ( Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunanya 1/107 dan Nasa’I dalam Sunannya  1/260 dan Tirmidzi  dalam Jami’nya 1/278 dan dishohihkan  oleh Syaikh al Albani  dalam shohihul Jami’ 1402)</p>
<ul>
<li>Menutup aurot</li>
</ul>
<p>Berdasarkan firman Allah</p>
<p dir="rtl">يَبَنِى ءَادَمَ خُذُوا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ</p>
<p>“Hai anak adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (QS. alAraf 31)</p>
<p>Pakaian yang indah adalah  yang menutup aurot, para ulama sepakat bahwasanya menutup aurat  adalah syarat sahnya sholat, dan bahwasanya  orang yang sholat  telanjang dalam keadaan mampu untuk menutup aurotnya maka sholatnya rusak.</p>
<ul>
<li>Niat. Berdasarkan sabda  Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam</li>
</ul>
<p dir="rtl">إِنَّمَا الأَعْمَلُ بِا لنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى</p>
<p>“Sesungguhnya segala amalan itu tergantung kapada niatnya, dan setiap  orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan niatnya.” (Shohih Bukhori dan  Shohih Muslim 3/1515)</p>
<ul>
<li>Menghadap Kiblat</li>
</ul>
<p>Berdasarkan firman Allah</p>
<p dir="rtl">قَََدْ نَرَ ى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَآءِ<sup>صلى </sup>فَلَنُوَ لِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَهَا <sup>ج </sup>فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَالْمَسْجِدِالحَرَامِ <sup>ج</sup> وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّواْ وُجُهَكُمْ شَطْرَهُ</p>
<p>“Sungguh kami sering melihat mukamu  menengadah ke langit, maka  sungguh kami akan memalingkan  kamau ke kiblat  yang kamu sukai. Palingkanlah  mukamu kea rah Masjidil Haram  dan di mana  saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya..” (QS al Baqarah 144)</p>
<p>Dari Kitab Sudah Benarkah Sholat kita, Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah</p>
<p dir="rtl">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amidi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amidi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amidi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amidi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amidi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amidi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amidi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amidi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amidi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amidi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amidi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amidi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amidi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amidi.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=72&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amidi.wordpress.com/2009/05/13/syaratsahnyashalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6807d0ac74cf4f05aebac2e1c609dae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hadist pertama</title>
		<link>http://amidi.wordpress.com/2009/04/08/hadistarbainpertama/</link>
		<comments>http://amidi.wordpress.com/2009/04/08/hadistarbainpertama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 02:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadist 'Arbain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amidi.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Hadist Pertama عن أمر المؤمنين أ بي حفص عمر بن ا لخطا ب رشي الله عنه قا ل : سمعت رسول الله صلي عليه و سلّم يقول : إنما الأعما ل با لنيات، و إنما لكل ا مر ئ ما نو ى، فمن كا نت هخرته إ لى الله و ر سو له فهجرته إلى [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=64&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">Hadist Pertama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="AR-SA">عن أمر المؤمنين أ بي حفص عمر بن ا لخطا ب رشي الله عنه قا ل : سمعت رسول الله صلي<span> </span>عليه و سلّم يقول : إنما الأعما ل با لنيات، و إنما لكل ا مر ئ ما نو ى، فمن كا نت هخرته إ لى الله و ر سو له فهجرته إلى ا لله و رسو له، و من كا نت هجرته لد نيا<span> </span>يصيبها<span> </span>أ و ا مرأ ة يتو جها فهجر ته إلى ما ها جر<span> </span>إليه</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Dari Amirul Mukminin Abu Hafs, Umar bin Khaththab, beliau berkata,” Aku mendengar Rasulullah<span> </span>bersabda:” Segala amal itu<span> </span>terghantung niatnya dan setiap<span> </span>orang mendapatkan apa yang<span> </span>ia niatkan atasnya. Maka barangsiapa<span> </span>yang hijrahnya<span> </span>kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya<span> </span>itu kepada Allah dan Rasul-Nya dan barangsiapa<span> </span>hijrahnya<span> </span>karena dunia yang hendak<span> </span>ia nikmati atau karena wanita<span> </span>yang hendak ia nikahi<span> </span>maka hijrahnya<span> </span>itu kepada apa yang ditujunya.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-64"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Diriwayatkan oleh imam<span> </span>muhadditsin Abu Abdillah<span> </span>Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah<span> </span>bin Bardzibah Al Bukhari dan Abu Al Husain, Muslim<span> </span>bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisabuuri, semoga Allah meridhai keduanya, di dalam<span> </span>dua kitab<span> </span>shahih<span> </span>milik keduanya yang merupakan kitab paling shahih<span> </span>di antara kitab-kitab yang disusun oleh manusia</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>SYARAH</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hadist ini adalah hadist hasan shahih yang telah disepakati keshahihannya, keagungan dan banyak manfaat yang terkandung di dalamnya. Imam Abu Abdillah Al Bukhari<span> </span>telah meriwayatkannya pada beberapa bab<span> </span>dalam kitab shahihnya. Juga Imam Abu Al Husein<span> </span>Muslim bin Al Hajjaj telah meriwayatkan hadist ini<span> </span>pada akhir kitab jihad.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hadist ini merupakan salah satu pokok penting ajaran Islam. Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Syafi’e semoga Allah merahmati keduanya-, berkata:” Hadist<span> </span>tentang amal<span> </span>tergantung niat ini mengandung<span> </span>sepertiga ilmu”. Al Baihaqi<span> </span>dan lain<span> </span>berkata tentangnya:” Hal itu<span> </span>disebabkan karena perbuatan<span> </span>manusia itu adalah dengan hatinya, lisannya, dan anggota badannya, sedangkan<span> </span>niat adalah satu<span> </span>bagian di antara tiga bagian tersebut.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Diriwayatkan<span> </span>pula<span> </span>bahwa Asy Syafi’e<span> </span>berkata:” Di dalam hadist ini terkandung<span> </span>tujuh puluh bab dari ilmu fikih”. Dan sejumlah<span> </span>ulama mengatakan:”Hadist<span> </span>ini adalah sepertiga Islam”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Para ulama suka<span> </span>membuka karangan<span> </span>mereka dengan hadist ini. Di antara ulama<span> </span>yang meletakkan<span> </span>hadist ini di awal<span> </span>kitab karangannya adalah<span> </span>Abu Abdillah<span> </span>Al Bukhari. Abdurrahman<span> </span>bin Al Mahdi berkata:” Sudah selayaknya<span> </span>bagi<span> </span>setiap<span> </span>orang yang hendak<span> </span>menulis<span> </span>sebuah kitab<span> </span>agar memulainya dengan hadist<span> </span>ini sebagai<span> </span>peringatan bagi penuntut ilmu untuk meluruskan niat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hadist ini<span> </span>tergolong masyhur<span> </span>jika dilihat<span> </span>dari perawi<span> </span>yang akhir-akhir, namun<span> </span>gharib bila ditinjau<span> </span>dari asal mulanya. Karena tiada<span> </span>yang meriwayatkan<span> </span>dari Nabi Muhammad melainkan Umar bin Al Khatab dan tiada<span> </span>yang meriwayatkan<span> </span>dari Umar<span> </span>melainkan Alqamah bin Abi Waqqash dan tiada<span> </span>yang meriwayatkan dari Alqamah selain Muhammad<span> </span>bin Ibrahim<span> </span>AtTaimi dan tiada yang meriwayatkan<span> </span>dari Muhammad bin Ibrahim<span> </span>selain Yahya bin Sa’id Al Anshari. Kemudian<span> </span>setelah beliau<span> </span>diriwayatkan secara masyhur, bahkan lebih dari<span> </span>dua ratus<span> </span>orang kebanyakan<span> </span>mereka adalah<span> </span>para imam utama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lafadz<span> </span>‘innama’ (hanyalah) adalah pembatas<span> </span>yang menetapkan<span> </span>sesuatu<span> </span>yang disebut<span> </span>dan mengingkari selain yang disebut. Kata<span> </span>hanyalah<span> </span>terkadang dimaksudkan<span> </span>sebagai pengecualian<span> </span>secara<span> </span>mutlak dan terkadang dimaksudkan<span> </span>sebagai pengecualian<span> </span>yang terbatas<span> </span>yang hal itu<span> </span>dapat<span> </span>dipahami berdasarkan<span> </span>qarinah<span> </span>( keterangan<span> </span>yang menyertainya). Misalnya kalimat<span> </span>pada firman Allah Ta’ala <strong>QS Ar Radu 7</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA"><span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><strong>&#8220;orang-orang yang kafir berkata: &#8220;Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?&#8221; Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk<span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">.&#8221;</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;" dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kalimat<span> </span>tersebut sekilas bermakna bahwa tugas Nabi<span> </span>hanyalah melulu untuk menyampaikan<span> </span>ancaman dari Allah<span> </span>dan tidak<span> </span>ada tugas lain bagi beliau. Padahal<span> </span>sebenarnya beliau<span> </span>mempunyai tugas<span> </span>seperti memberi<span> </span>kabar gembira dan sebagainya. Begitu pula dengan kalimat dalam firman Allah Ta’ala QS Muhammad<span> </span>36</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><em><strong><span> </span><span lang="AR-SA"><span> </span></span></strong></em></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]-->&lt;!&#8211;  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&gt;</p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;--><br />
/* Style Definitions */<br />
table.MsoNormalTable<br />
{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br />
mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
mso-tstyle-colband-size:0;<br />
mso-style-noshow:yes;<br />
mso-style-parent:&#8221;";<br />
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />
mso-para-margin:0cm;<br />
mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
mso-pagination:widow-orphan;<br />
font-size:10.0pt;<br />
font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;<br />
mso-ansi-language:#0400;<br />
mso-fareast-language:#0400;<br />
mso-bidi-language:#0400;}</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>“ Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala keppadamu dan Dia tidak akan memint harta-hartamu.”</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sepintas kalimat<span> </span>tersebut<span> </span>wallahu ‘alam<span> </span>menunjukkan<span> </span>bahwa pembatasan<span> </span>tersebut<span> </span>adalah dari sisi pengaruhnya. Adapun<span> </span>bila ditinjau<span> </span>dari hakekat<span> </span>dunia terkadang<span> </span>ia dapat menjadi<span> </span>penyebab<span> </span>untuk mendapatkan<span> </span>kebaikan. Disebutkannya kesenangan dan<span> </span>permainan<span> </span>sebagai<span> </span>kehidupan di dunia adalah<span> </span>menyatakan<span> </span>keadaan<span> </span>pada umumnya. Artinya, kebanyakan<span> </span>manusia<span> </span>hidup<span> </span>di dunia hanya untuk bersenang-senang<span> </span>dan bermain-main.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan demikian, jika disebutkan<span> </span>kata hanyalah<span> </span>dalam<span> </span>suatu<span> </span>kalimat hendaklah<span> </span>diperhatikan<span> </span>dengan baik. Jika susunan<span> </span>kalimatnya menunjukkan<span> </span>arti pembatasan dalam hal-hal yang khusus, maka hendaklah<span> </span>dipakai<span> </span>dalam pengertian<span> </span>tersebut. Akan tetapi<span> </span>jika tidak<span> </span>ada tanda-tanda<span> </span>yang menunjukkan pembatasan<span> </span>secara khusus, maka hendaklah<span> </span>dipakai<span> </span>pembatasan dalam konteks umum atau mutlak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oleh karena itu, sabda Rasulullah: “Segala amal<span> </span>hanyalah tergantung niatnya” maksud dari amal di sini<span> </span>adalah seluruh<span> </span>amal yang syar’i. Sehingga pengertiannya adalah, tidak dianggap<span> </span>sebagai<span> </span>suatu amal<span> </span>jika tidak disertai<span> </span>dengan niat. Seperti tatkala<span> </span>berwudhu, mandi (janabah), tayammum,<span> </span>shalat,<span> </span>zakat, shaum, haji, i’tikaf dan seluruh<span> </span>bentuk peribadatan yang lain. Adapun<span> </span>menghilangkan najiz<span> </span>tidak perlu niat, karena perbuatan<span> </span>tersebut berarti meninggalkan<span> </span>sesuatu (dalam hal ini najis), sedangkan meninggalkan sesuatu<span> </span>tidak membutuhkan niat. Dan sejumlah ulama berpendapat<span> </span>bahwa wudhu<span> </span>dan mandi (janabah)<span> </span>tetap<span> </span>sah<span> </span>sekalipun<span> </span>tanpa diawali dengan niat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tentang sabda Rasulullah: “ Segala amal<span> </span>tergantung niatnya”, para ulama berbeda pendapat tentang maksud<span> </span>kalimat tersebut. Ulama yang mempersyaratkan<span> </span>adanya niat<span> </span>dalam suatu amal menafsirkan<span> </span>bahwa sah<span> </span>tidaknya<span> </span>amalan<span> </span>itu tergantung niatnya. Adapun ulama yang tidak<span> </span>mempersyaratkannya<span> </span>menafsirkan<span> </span>bahwa kesempurnaan amalan itu tergantung<span> </span>niatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sedangkan sabda Rasulullah: “ Dan setiap<span> </span>orang mendapatkan apa yang ia niatkan atasnya”, tentang hal ini<span> </span>Al Khatabi berkata:” Kalimat<span> </span>ini menunjukkan pengertian<span> </span>yang lebih khusus<span> </span>dari kalimat pertama, yakni pengkhususan suatu amal yang harus disertai dengan niat”. Demikian<span> </span>pula Syaikh<span> </span>Muhyidin An Nawawi<span> </span>berkata menjelaskan<span> </span>faedah<span> </span>disebutkannya kalimat kedua bahwa meniatkan<span> </span>amal tertentu<span> </span>adalah merupakan<span> </span>syarat<span> </span>sahnya amal. Jika sekiranya seseorang mengqadhaa<span> </span>shalat yang telah ditinggal, ia tidak<span> </span>hanya meniatkan<span> </span>mengqadha shalatnya yang telah ia<span> </span>tinggal,<span> </span>namun juga harus<span> </span>dia niatkan dengan jelas<span> </span>apakah itu<span> </span>shalat Dhuhur, Ashar<span> </span>atau yang lainnya. Jika sekiranya<span> </span>kalimat<span> </span>yang kedua ini tidak disebutkan, niscaya kalimat<span> </span>pertama mengandung konsekuensi<span> </span>niat itu sah<span> </span>walau tanpa mengkhususkan mal tertentu. Wallahu ‘alam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sabda Nabi:” Maka barangsiapa<span> </span>yang hijrahnya<span> </span>kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya<span> </span>itu kepada Allah dan RasulNya”.<span> </span>Menurut ketetapan<span> </span>para pakar<span> </span>bahasa Arab<span> </span>bahwa antara syarat<span> </span>dan jaza’<span> </span>atau mubtada’ dan khabar<span> </span>haruslah ada perbedaan, namun<span> </span>di dalam kalimat<span> </span>tersebut sama, maka maknanya<span> </span>adalah “ barangsiapa<span> </span>yang hijrahnya<span> </span>kepada Allah<span> </span>dan Rasulnya (yaitu dalam niat<span> </span>dan tujuannya) maka hijrahnya adalah kepada Allah<span> </span>dan RasulNya (secara hokum dan syar’i).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hadist ini muncul<span> </span>karena suatu sebab, yakni adanya<span> </span>seorang laki-laki<span> </span>yang berhijrah<span> </span>dari Makkah ke Madinah<span> </span>dengan tujuan<span> </span>hendak menikahi<span> </span>seorang wanita<span> </span>yang dikenal<span> </span>dengan nama<span> </span>Ummu Qais, yang mana ia tidak mengharapkan keutamaan<span> </span>hijrah<span> </span>sehingga dijuluki<span> </span>muhajir Ummu Qais.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Syarah Hadist Arba’in (edisi Indonesia) Ibnu Daqiiqil ‘Ied penerjemah Abu Umar Abdillah, At Tibyan Solo Indonesia</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amidi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amidi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amidi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amidi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amidi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amidi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amidi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amidi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amidi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amidi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amidi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amidi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amidi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amidi.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=64&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amidi.wordpress.com/2009/04/08/hadistarbainpertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6807d0ac74cf4f05aebac2e1c609dae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penakluk Yahudi</title>
		<link>http://amidi.wordpress.com/2009/02/09/penakluk-yahudi/</link>
		<comments>http://amidi.wordpress.com/2009/02/09/penakluk-yahudi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 03:42:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amidi.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Penakluk Yahudi “Tidak akan bangkit hari kiamat sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi dan kaum Muslimin membunuh mereka hingga orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu atau pohon itu pun berkata:” Wahai Muslim, wahai hamba Allah ini di belakangku ada seorang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia”, kecuali pohon Ghorqod karena ia termasuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=61&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penakluk Yahudi</p>
<p>“Tidak akan bangkit hari kiamat  sehingga kaum Muslimin  memerangi kaum Yahudi  dan kaum Muslimin  membunuh mereka hingga orang Yahudi bersembunyi  di balik batu dan pohon, lalu  batu atau pohon itu pun berkata:” Wahai Muslim, wahai  hamba Allah  ini di belakangku  ada seorang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia”, kecuali pohon Ghorqod karena ia termasuk pohon Yahudi.” (HR. Muslim)</p>
<p><span id="more-61"></span></p>
<p>Kemenangan masa depan di tangan Islam. Itulah janji Allah  dan Allah tidak akan mengingkari janji-Nya. Namun janji tersebut bersyarat, syaratnya, kita mau kembali  kepada ajaran Islam  yang murni dari syirik, bid&#8217;ah, kemaksiatan,dan noda lainnya. Penuhilah  syarat itu, niscaya Allah akan  memenuhi janji-Nya. Dari Abdullah  bin Umar berkata,” Saya mendengar Rasulullah bersabda,” Apabila kalian jual beli dengan inah,  kalian memegang ekor sapi  dan kalian ridha dengan pertanian  serta kalian tinggalkan jihad, niscaya Allah akan hinakaan kalian dan tidak akan mencabut nya sehingga kalian  kembali pada agama kalian.” ( Shahih HR Ahmad  dan Abu Dawud)<br />
Jadi syaratnya yaitu kita kembali kepada agama Islam yang murni sesuai apa yang di bawa oleh Rasulullah, yang dipahami oleh para sahabat Nabi, Tabi’in, Tabi’ut tabi’in. Tanpa penambahan dan pengurangan akan  ajaran Nabi Muhammad, karena ajaran ini telah sempurna sesuai janji Allah dalam surat Al Ma’idah ayat 3</p>
<p>…..pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu….</p>
<p>_________________________________________________________________________________________<br />
“Pasca terjadinya pembantaian kaum muslimin oleh Yahudi  di Masjidil Aqsha beberapa tahun yang lalu, ada  seorang Muslim  yang bertemu  dengan orang-orang Yahudi, lalu dia berkata:” Meskipun lama, namun suatu ketika  nanti  kami akan mengusir  kalian dari Palestina dengan hina dina, dan kami akan merebut  kembali Masjidil Aqsha, sehingga pohon dan batu akan membantu kami  dalam memerangi kalian.” Yang megherankan  orang Yahudi  itu berkata:” Ya, itu benar. Hal itu kami baca di kitab kami, dan diketahui  oleh kami baik yang alim maupun yang bodoh, namun  (yang mengalahkan kami)  bukan Muslimin (semacam) kalian”. Maka si Muslim berkata:” Lalu  siapa,?” Yahudi itu pun menjawab:” Mereka adalah  kaum Muslimin  yang jumlah jamaah sholat Shubuhnya  sama seperti jamaah shalat Jum&#8217;at.” (Muktashar Asyarotus Sa&#8217;ah, taqdim Abdullah al Jibrin hlm 28)</p>
<p>Sumber Majalah Al Furqan edisi 87 th ke-8</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amidi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amidi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amidi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amidi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amidi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amidi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amidi.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=61&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amidi.wordpress.com/2009/02/09/penakluk-yahudi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6807d0ac74cf4f05aebac2e1c609dae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HukumPerayaan Valentines Day</title>
		<link>http://amidi.wordpress.com/2009/02/09/hukumperayaan-valentines-day/</link>
		<comments>http://amidi.wordpress.com/2009/02/09/hukumperayaan-valentines-day/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 02:13:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amidi.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[14 Februari adalah hari yang sangat istimewa bagi para pendeta Valentines day. Pada hari itu mereka mengungkapkan rasa cinta dan sayang kepada orang-orang yang diinginkannya. Ada yang menyatakan kepada orang-orang yang diinginkannya. Ada yang menyatakan kepada kekasihnya. Pada hari itu pula mereka mengirimkan kartu atau hadiah bertuliskan “Be My Valentines atau sama artinya dengan “ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=55&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:35.45pt;">14 Februari<span> </span>adalah hari yang sangat<span> </span>istimewa<span> </span>bagi para pendeta Valentines day. Pada hari itu mereka<span> </span>mengungkapkan rasa<span> </span>cinta<span> </span>dan sayang<span> </span>kepada orang-orang yang diinginkannya. Ada yang menyatakan<span> </span>kepada orang-orang yang diinginkannya. Ada<span> </span>yang menyatakan<span> </span>kepada kekasihnya. Pada hari itu pula<span> </span>mereka mengirimkan<span> </span>kartu<span> </span>atau hadiah<span> </span>bertuliskan “Be My Valentines atau sama artinya dengan “ Jadilah Kekasihku”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:35.45pt;"><span id="more-55"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:35.45pt;">Di Indonesia, sejak era<span> </span>1980-an perayaan<span> </span>Hari Valentines ini semakin memprihatinkan. Jika kita masuk<span> </span>toko buku atau supermarket di bulan February akan tampak rak-rak yang berjajar kartu<span> </span>ucapan<span> </span>Valentines day&#8217;s. Tak mau kalah, toko-toko souvenir<span> </span>pun mulai<span> </span>menjajakan<span> </span>aneka kado<span> </span>bertema Valentines day&#8217;s.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:35.45pt;">Dengan berpikir<span> </span>sedikit saja kita dapat<span> </span>mengetahui<span> </span>bahwa perayaan<span> </span>aneh ini tidak lepas<span> </span>dari trik bisnis<span> </span>para pengusaha<span> </span>tempat hiburan, pengusaha hotel, perangkai bunga, dan lainnya. Akhirnya<span> </span>jadilah perayaan<span> </span>Valentines day<span> </span>sebagai perayaan<span> </span>bisnis yang bermuara pada perusakan<span> </span>akidah dan akhlak<span> </span>pemuda Islam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:35.45pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Sekilas Valentines Days</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ribuan literatur<span> </span>yang menyebutkan<span> </span>sejarah hari<span> </span>Valentines Days<span> </span>masih berbeda pendapat. Ada banyak versi<span> </span>tentang asal-usul<span> </span>perayaan valentines.<span> </span>Yang paling populer<span> </span>adalah kisah<span> </span>Valentinus (St. Valentine) yang diyakini hidup<span> </span>pada masa<span> </span>Claudius II yang kemudian menemui ajal<span> </span>pada 14 February 269 M. Namun kisah ini ada beberapa versi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yang jelas dan tidak memiliki<span> </span>silang pendapat adalah kalau<span> </span>kita menilik<span> </span>lebih jauh<span> </span>lagi kedalam<span> </span>tradisi paganisme<span> </span>(dewa-dewi)<span> </span>Romawi kuno. Pada waktu itu<span> </span>ada sebuah<span> </span>perayaan<span> </span>yang disebut<span> </span>Lupercalia. Di dalamnya terdapat<span> </span>rangkaian upacara<span> </span>penyucian<span> </span>di masa<span> </span>Romawi Kuno<span> </span>(13-18 Februari). Dua hari pertama<span> </span>dipersembahkan<span> </span>untuk Dewi Cinta. Juno Februata.<span> </span>Pada hari ini,<span> </span>para pemuda mengundi<span> </span>nama-nama gadis<span> </span>di dalam kotak. Lalu setiap pemuda<span> </span>mengambil<span> </span>nama secara acak<span> </span>dan gadis<span> </span>yang namanya<span> </span>keluar<span> </span>harus menjadi pasangannya selama<span> </span>setahun untuk bersenang-senang<span> </span>dan menjadi objek hiburan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada 15 February, mereka meminta<span> </span>perlindungan<span> </span>Dewa Lupercalia terhadap gangguan serigala. Selama upacara ini, kaum muda<span> </span>memecut orang<span> </span>dengan kulit binatang<span> </span>dan wanita<span> </span>berebut untuk dipecut<span> </span>karena menganggap<span> </span>pecutan itu akan membuat mereka<span> </span>menjadi lebih subur. Ketika<span> </span>agama Kristen Katolik<span> </span>masuk Roma, mereka mengadopsi<span> </span>upacara ini<span> </span>dan mewarnai<span> </span>dengan nuansa kristiani, antara lain<span> </span>mengganti<span> </span>nama-nama gadis dengan nama<span> </span>Paus atau Pastor. Diantara pendukung nya adalah<span> </span>Kaisar<span> </span>Konstantine dan Paus Gregory I. Kemudian<span> </span>agar lebih<span> </span>mendekatkan<span> </span>lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Galasius<span> </span>I menjadikan<span> </span>upacara<span> </span>Romawi Kuno ini menjadi<span> </span>hari perayaan<span> </span>gereja dengan nama<span> </span>Saint Valentines Day<span> </span>untuk menghormati<span> </span>St. Valentine yang kebetulan mati 14 Februari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jadi diri<span> </span>St. Valentine<span> </span>sendiri masih diperdebatkan. Saat ini,<span> </span>sekurang-kurangnya<span> </span>ada tiga nama Valentine yang meninggal pada tanggal 14 Februari. Diantaranya ada kisah<span> </span>menceritakan<span> </span>bahwa kaisar<span> </span>Claudius II menganggap tentara muda bujangan<span> </span>lebih tabah<span> </span>dan kuat di dalam medan pertempuran<span> </span>daripada orang yang sudah menikah.<span> </span>Kaisar lalu melarang<span> </span>para pemuda menikah. Tindakan<span> </span>kaisar itu mendapatkan tantangan,<span> </span>yang secara diam-diam<span> </span>menikahkan banyak pemuda<span> </span>sehingga<span> </span>ia pun ditangkap pada<span> </span>14 February<span> </span>269 M.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Hukum Perayaan Valentines Day </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lajnah Daimah<span> </span>Arab Saudi<span> </span>pernah<span> </span>ditanya tentang perayaan<span> </span>Valentines Day<span> </span>mengucapakan selamat,<span> </span>memberikan hadiah, dan menyediakan<span> </span>alat-alat pesta<span> </span>untuknya, lantas dijawab<span> </span>oleh Lajnah Daimah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“ Dalil-dalil yang jelas<span> </span>dari Al Qur&#8217;an<span> </span>dan sunnah<span> </span>serta kesepakatan ulama salaf<span> </span>telah menegaskan<span> </span>bahwa perayaan<span> </span>dalam Islam hanya ada dua, Idul fitri dan Idul Adha. Adapun<span> </span>perayaan-perayaan lainnya yang berkaitan<span> </span>dengan tokoh, kelompok, atau kejadian tertentu adalah perayaan-perayaan yang diada-adakan. Tidak boleh umat Islam<span> </span>merayakannya, menyetujuinya, menampakkan kegembiraan padanya, atau membantu<span> </span>kalancarannya<span> </span>karena<span> </span>hal itu<span> </span>berarti melanggar<span> </span>hukum Allah<span> </span>yang merupakan<span> </span>suatu tindak kezhaliman. Dan bila<span> </span>perayaan<span> </span>tersebut merupakan<span> </span>perayaan orang kafir<span> </span>maka makin parah<span> </span>dosanya sebab hal itu termasuk tasyabuh<span> </span>(menyerupai)<span> </span>mereka dan termasuk<span> </span>bentuk loyalitas<span> </span>kepada mereka, sedangkan Allah dalam Al Qur&#8217;an<span> </span>yang mulia<span> </span>telah melarang<span> </span>kaum mukminin<span> </span>menyerupai orang-orang kafir<span> </span>dan loyal<span> </span>kepada meereka. Juga telah shohih<span> </span>bahwa nabi bersabda</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“<em> Barangsiapa<span> </span>yang menyerupai<span> </span>suatu kaum maka dia termasuk dari kaum tersebut” (HR. Abu Dawud 4031, Ahmad: 2/50, 92, dan dishohihkan<span> </span>oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul gholil 1269)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perayaan Valentines Day<span> </span>termasuk hal diatas<span> </span>karena termasuk<span> </span>perayaan<span> </span>penyembah berhala dan ummat Nashrani. Maka tidak boleh<span> </span>umat Islam<span> </span>yang beriman<span> </span>kepada<span> </span>Allah dan hari akhir<span> </span>ikut merayakannya, menyetujuinya, dan mengucapkan<span> </span>selamat untuknya. Bahkan yang wajib<span> </span>adalah meninggalkannya<span> </span>dan menjauhinya<span> </span>sebab kemurkaan<span> </span>Allah. Sebagiamana pula diharamkan membantu semaraknya acara ini atau perayaan-perayaan<span> </span>hari lainnya baik<span> </span>dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, mensponsori dan sebagainya karena<span> </span>semua itu termasuk tolong-menolong dalam dosa dan kamaksiatan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Al Ma’idah ayat 5</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">…dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Syaikh Muhammad Al Ustaimin<span> </span>menyebutkan beberapa<span> </span>dampak negatif<span> </span>perayaan<span> </span>Valentines Day.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beliau berkata<span> </span>dalam fatwa<span> </span>yang beliau <span> </span>tandatangani<span> </span>bertanggal 5 Dzulqa&#8217;idah<span> </span>1420 H</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perayaan<span> </span>ini tidak boleh<span> </span>karena alasan berikut :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Valentines Day<span> </span>hari raya bid&#8217;ah yang tidak ada dasarnya di dalam Syari&#8217;at Islam</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kedua</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Merayakan Valentines Day<span> </span>dapat menyebabkan<span> </span>cinta semu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketiga</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menyebabkan<span> </span>hati sibuk<span> </span>dengan perkara-perkara<span> </span>rendahan seperti ini<span> </span>yang sangat<span> </span>bertentangan<span> </span>dengan petujuk<span> </span>para salafus shalih</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">maka tidak halal melakukan ritual hari raya<span> </span>dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling<span> </span>bertukar hadiah,<span> </span>ataupun<span> </span>lainnya. Hendaklah<span> </span>setiap muslim<span> </span>merasa bangga<span> </span>dengan agamanya, bukan malah<span> </span>menjadi orang yang<span> </span>tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dampak buruknya lainnya<span> </span>terhapuslah<span> </span>nilai-nilai Islam<span> </span>serta memperbanyak jumlah mereka<span> </span>dengan mendukung<span> </span>dan mengikuti agama mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amidi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amidi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amidi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amidi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amidi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amidi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amidi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amidi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amidi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amidi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amidi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amidi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amidi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amidi.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=55&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amidi.wordpress.com/2009/02/09/hukumperayaan-valentines-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6807d0ac74cf4f05aebac2e1c609dae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Lajnah Daimah Serangan Yahudi Kepada Muslim Palestina di Jalur Gaza</title>
		<link>http://amidi.wordpress.com/2009/01/16/fatwa-lajnah-daimah-serangan-yahudi-kepada-muslim-palestina-di-jalur-gaza/</link>
		<comments>http://amidi.wordpress.com/2009/01/16/fatwa-lajnah-daimah-serangan-yahudi-kepada-muslim-palestina-di-jalur-gaza/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 02:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amidi.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Komite tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa (Lajnah Da’imah lilbuhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta’) mengeluarkan penjelasan tentang peristiwa pembunuhan, pengepungan dan pengeboman yang terjadi di Jalur Ghaza sebagai berikut: الحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه ، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. وبعد : Komite tetap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=49&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Komite  tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa (<em>Lajnah Da’imah lilbuhuts  al-Ilmiyah wa al-Ifta’</em>) mengeluarkan penjelasan tentang peristiwa pembunuhan, pengepungan dan pengeboman yang terjadi di Jalur Ghaza sebagai berikut:</p>
<p class="arab" align="right">الحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه ، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. وبعد :</p>
<p>Komite  tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa (<em>Lajnah Da’imah lilbuhuts  al-Ilmiyah wa al-Ifta’)</em> di Saudi Arabia merasa berduka cita dan merasakan sakit atas semua kezholiman, pembunuhan anak-anak, wanita dan orang-orang jompo, penghancuran kehormatan dan perusakan rumah-rumah dan tempat-tempat strategis serta pemunculan rasa takut para orang-orang umum yang menimpa saudara kita kaum muslimin di Palestina dan di Jalur Ghaza secara khusus. Ini semua pasti merupakan kejahatan dan kezholiman terhadap masyarakat palestina.</p>
<p><span id="more-49"></span>Peristiwa menyedihkan ini seharusnya menjadikan kaum muslimin bersikap bersama saudara mereka orang-orang Palestina dan saling tolong-menolong bersama mereka, membantu dan bersungguh-sungguh dalam menghilangkan kezaliman ini dari mereka dengan sebab dan sarana yang memungkinkan untuk diwujudkan untuk saudara se-islam dan se-ikatan iman.</p>
<p>Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em> berfirman yang  artinya: <em>“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara.”</em> (QS. Al Hujurat [49]: 10)</p>
<p>Dan Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em> berfirman  yang artinya: <em>“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” </em>(QS.  At Taubah  [9]: 71)</p>
<p>Nabi <em>shallallahu  ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab" align="right">المؤمن للمؤمن  كالبنيان يشد بعضه بعضاً وشبك بين أصابعه / متفق عليه،</p>
<p><em>“Seorang mukmin dengan  mukmin lainnya seperti bangunan yang saling mengokohkan dan selaiu menjalin  antara jari-jemarinya.”</em> (<em>Muttafaqun ‘Alaihi</em>)</p>
<p>Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga  bersabda:</p>
<p class="arab" align="right">مثل المؤمنين في  توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد  بالحمى والسهر (متفق عليه)</p>
<p><em>“Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan, kasih dan saying mereka seperti permisalan satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit maka mengakibatkan seluruh tubuh menjadi demam dan tidak bisa tidur.”</em> (<em>Muttafaqun ‘alaihi</em>)</p>
<p>Juga beliau <em>shallallahu ‘alaihi  wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab" align="right">المسلم أخو المسلم لا  يظلمه ولا يخذله ولا يسلمه ولا يحقره (رواه مسلم)</p>
<p><em>“Seorang Muslim adalah saudara muslim lainnya, ia tidak menzaliminya, merendahkannya, menyerahkan (kepada musuh) dan tidak menghinakannya.”</em> (HR.  Muslim)</p>
<p>Pertolongan ini mencakup banyak hal sesuai dengan kemampuan dan memperhatikan keadaan yang ada baik berupa materi ataupun maknawi (Spirit), baik bantuan dari umumnya kaum muslimin berupa harta, makanan, obat-obatan, pakaian dan lain-lainnya. Atau juga dari sisi Negara-negara Arab dan islam dengan mempermudah sampainya bantuan-bantuan tersebut kepada mereka dan bersikap benar terhadap mereka, membela permasalahan mereka di pentas, perkumpulan dan konferensi dunia dan Negara. Semua itu termasuk tolong-menolong pada kebenaran dan takwa yang diperintahkan dalam firman Allah <em>ta’ala </em>yang artinya: <em>“Tolong  menolonglah di atas kebaikan dan takwa.”</em> (QS. Al-Maaidah [5]: 2)</p>
<p>Juga di antaranya adalah memberikan nasihat dan petunjuk kepada mereka pada sesuatu yang berisi kebaikan dan kemaslahatan mereka. Di antara yang teragung dalam hal ini adalah mendoakan kebaikan kepada mereka dalam setiap waktu semoga dihilangkan cobaan dan musibah besar mereka ini. Juga semoga diberikan perbaikan keadaan mereka dan diberi taufik untuk beramal dan berkata yang benar.</p>
<p>Demikianlah  dan kami berwasiat kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di <a title="Fatwa Lajnah Daimah Tentang Serangan Yahudi Kepada Muslim di Jalur Gaza" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/fatwa-lajnah-daimah-tentang-serangan-yahudi-kepada-muslim-palestina-di-jalur-gaza.html">Palestina</a> untuk bertakwa kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya, sebagaimana juga mewasiatkan kepada mereka untuk bersatu di atas kebenaran, meninggalkan perpecahan dan perselisihan serta menghilangkan kesempatan musuh yang senantiasa mencari dan terus mencarinya dengan lebih keras dalam menghancurkan dan melemahkan mereka.</p>
<p>Kami menganjurkan saudara-saudara kami untuk mengambil tindakan-tindakan untuk menghilangkan kezaliman di atas tanah mereka dengan keikhlasan dalam beramal karena Allah dan mengharapkan keridaan-Nya. Juga <em>isti’anah</em> (meminta pertolongan) dengan sabar dan shalat serta musyawarah ulama dalam semua urusan mereka. Karena itu adalah tanda taufik dan pertolongan Allah.</p>
<p>Sebagaimana juga kami mengajak cendekiawan dunia dan masyarakat internasional secara umum untuk melihat musibah ini dengan pandangan akal dan adil untuk memberikan hak masyarakat Palestina dan menghilangkan kezaliman darinya hingga bisa hidup dengan kehidupan yang mulia. Demikian juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua Negara dan individu yang telah berpartisipasi dalam membela dan membantu mereka.</p>
<p class="arab" align="right">نسأل الله بأسمائه الحسنى وصفاته العلا أن يكشف الغمة عن هذه الأمة ، وأن يعز دينه ، ويعلي كلمته وأن ينصر أولياءه ، وأن يخذل أعداءه ، وأن يجعل كيدهم في نحورهم، وأن يكفي المسلمين شرهم ، إنه ولي ذلك والقادر عليه . وصلى الله وسلم على نبيا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين .</p>
<p>Mufti Agung Kerajaan Saudi  Arabia dan Ketua Majlis Ulama Besar</p>
<p><strong>Syeikh Abdul ‘Aziz  bin Abdillah Alu Syaikh</strong></p>
<p>Riyadh, 3 Muharam 1430 H/ 31 Desember 2008 M</p>
<p>***</p>
<p>Sumber: http://www.saaid.net/mktarat/flasteen/187.htm<br />
Diterjemahkan oleh Ust. Kholid Syamhudi, Lc.<br />
Artikel <a title="Fatwa Lajnah Daimah Tentang Serangan Yahudi Kepada Muslim di Jalur Gaza" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/fatwa-lajnah-daimah-tentang-serangan-yahudi-kepada-muslim-palestina-di-jalur-gaza.html">www.muslim.or.id</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amidi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amidi.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amidi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amidi.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amidi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amidi.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amidi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amidi.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amidi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amidi.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amidi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amidi.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amidi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amidi.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=49&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amidi.wordpress.com/2009/01/16/fatwa-lajnah-daimah-serangan-yahudi-kepada-muslim-palestina-di-jalur-gaza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6807d0ac74cf4f05aebac2e1c609dae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kami tidak tinggal diam wahai Palestina!!!</title>
		<link>http://amidi.wordpress.com/2009/01/16/palestina/</link>
		<comments>http://amidi.wordpress.com/2009/01/16/palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 02:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amidi.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrahmaanirrahiim… Alhamdulillaahi –l Khaaliqil kauni wa maa fiih, wa jaami’in naasi li yaumin laa raiba fiih. Asyahadu an laa ilaaha illallaah, wa anna Muhammadan rasuulullaah… wa ba’d… Perhatian dunia dalam beberapa hari ini tertuju pada Jalur Gaza. Invasi tentara Yahudi ke Gaza menelan banyak korban terutama wanita dan anak-anak. Korban luka-luka semakin memperbanyak deretan korban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=44&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaahirrahmaanirrahiim…</p>
<p><em>Alhamdulillaahi –l Khaaliqil kauni wa maa fiih, wa jaami’in naasi li yaumin laa raiba fiih. Asyahadu an laa ilaaha illallaah, wa anna Muhammadan rasuulullaah… wa ba’d…</em></p>
<p>Perhatian dunia dalam beberapa hari ini tertuju pada Jalur Gaza. Invasi tentara Yahudi ke Gaza menelan banyak korban terutama wanita dan anak-anak. Korban luka-luka semakin memperbanyak deretan korban meninggal dunia. Dunia pun merespon dengan berbagai macam aksi.</p>
<p>Di antara aksi sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa kaum muslimin di Palestina itu adalah aksi berupa bantuan kemanusiaan. Yang paling menonjol dalam hal bantuan tersebut adalah Saudi Arabia, di bawah pimpinan Raja Abdullah bin Abdul Aziz –<em>ayyadahullah</em>-. Ini bukan klaim tanpa bukti. Sebagai contoh: Program “Donasi Untuk Palestina” digencarkan, walaupun sudah sejak lama dicanangkan. Rumah-rumah sakit ternama di pusat kerajaan Saudi difokuskan untuk menangani korban luka-luka akibat serangan kaum Yahudi tersebut. Bantuan berupa makanan, pakaian dan obat-obatan juga terus mengalir sampai tulisan ini diturunkan. Kalangan ulama pun tidak tinggal diam. Baik perseorangan maupun lembaga/organisasi. Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh dan Syeikh Abdurrahman As Sudais mengecam dengan keras aksi serangan tersebut dalam khutbah jum’at mereka. Mereka dan umumnya para khatib di Saudi tidak lupa mendo’akan kaum muslimin Palestina secara khusus. Lajnah Daa’imah juga mengeluarkan pernyataan dalam menyikapi tragedi di Jalur Gaza tersebut. Dan masih banyak lagi bentuk bantuan baik materi maupun moril/spirit.<span id="more-44"></span><!--more--></p>
<p>Namun ada segelintir orang menutup mata dengan kenyataan ini dan berkomentar, <em>“Saudi Arabia adalah negara yang takut dengan Amerika dan kurang memberikan bantuan yang konkrit kepada kaum muslimin di Palestina.”</em> atau kalimat yang semisalnya.</p>
<p>Terhadap siapa saja yang berkomentar seperti di atas, saya katakan:</p>
<p>Apakah maksud Anda dengan kata ‘konkrit’ bahwa Anda menginginkan agar Pemerintah Saudi mengirimkan tentaranya ke Palestina untuk menghantam pasukan Israel? Baiklah jika memang demikian, apakah Amerika akan tinggal diam? Padahal Allah berfirman (yang artinya), <em>“…dan janganlah kalian menjatuhkan diri-diri kalian dalam kebinasaan…”</em> (Qs. Al Baqarah: 195)</p>
<p>Taruhlah seperti apa yang Anda inginkan bahkan lebih dari itu -semua pemerintah negara muslim mengizinkan rakyatnya untuk berjihad ke palestina dan saya berhusnudzdzan Anda akan ikut serta di dalamnya-, maka Anda akan berjihad di bawah bendera siapa di Palestina? Di bawah bendera HAMAS kah? Atau berspandukkan AL FATH? Atau barangkali di bawah komando Jihad Islami Palestina (JIP)? Atau Anda memimpin laskar jihad yang Anda buat sendiri? Tahukah Anda bahwa jihad bukan hanya perkara mengucapkan dan meneriakkan, <em>“…’Isy kariiman… aw Mut syahiidan…”</em> (Hiduplah dalam kemuliaan atau matilah sebagai syahid)? Namun jihad membutuhkan seorang imam dan <em>tandhim</em> (taktik dan siasat perang). Dan yang lebih penting lagi, apakah Anda yakin bahwa masing-masing front/partai/hizb itu berperang untuk meninggikan kalimat Laa ilaaha illallaah? <em>Qul Haatu burhaanakum in kuntum shaadiqiin.</em></p>
<p>Jika Anda mengatakan, <em>“Kaum muslimin harus berada dalam satu barisan dalam menghadapi dan menyikapi Yahudi.”</em>, maka saya tidak berbeda pendapat dengan Anda. Bahkan tidak ada dua orang muslim yang berselisih pendapat tentangnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya (yang artinya): <em>“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”</em> (Qs. Ash Shaff: 4)</p>
<p>Namun bagaimana Anda bisa mempersatukan barisan kaum muslimin untuk berjihad, sedangkan di tengah-tengah mereka masih banyak kaum muslimin yang menyembah kuburan, menghambakan diri kepada dukun (dengan mematuhi persyaratannya atau menjalankan lelaku walaupun bertentangan dengan syari’at), paranormal (dengan membenarkan berita gaib yang sampai kepadanya), dan tukang pelet? Bagaimana pula halnya kalau kaum muslimin yang terjun di medan jihad, banyak di antara mereka yang memakai jimat, atau membaca mantera-mantera yang telah dirajah oleh mbah-mbah dukun supaya kebal senjata api dan agar tidak terdeteksi oleh radar?! Bagaimana Anda akan mempersatukan kaum muslimin dalam rangka <a title="Kami tidak tinggal diam wahai Palestina!!!" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/kami-tidak-tinggal-diam-wahai-palestina.html">jihad</a>, kalau segolongan di antara mereka tidak akan berangkat perang sebelum melakukan thawaf (mengelilingi) kuburan seseorang yang dianggap wali? Atau bagaimana pula jika segolongan yang lain tidak akan berperang kalau yang menjadi imam bukan dari golongannya? Atau bagaimana kaum muslimin akan bersatu padu dalam medan jihad, kalau mereka ketika dikumandangkan seruan azan <em>“Mari mencapai kemenangan…”</em> 2x bermalas-malasan mendatangi masjid (terutama waktu fajr/shubuh)?</p>
<p>Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Pondasi segala sesuatu adalah Al Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.”</em> (HR. At Tirmidzi, Hasan Shahih). <em>Al Islam</em> itu sendiri adalah <em>istislam </em>(berserah diri) kepada Allah dengan mentauhidkanNya, dan <em>inqiyaad</em> (patuh) dengan mentaatiNya, dan <em>baraa’ah</em> (berlepas diri) dari kesyirikan dan pelakunya. Berdasarkan hadits ini, kaum muslimin tidak akan berhasil menggapai puncak kejayaan, jikalau pondasi dan tiangnya keropos.</p>
<p>Jika Anda bersikap adil, mengapa Anda hanya menggugat Saudi Arabia? Bukankah negara yang berbatasan dengan Palestina adalah Mesir, Yordania, Libanon serta Syiria? Seharusnya negara-negara tersebut yang paling mudah untuk mengirim pasukan-pasukannya mengepung dan meremukkan artileri dan infanteri Yahudi. Namun pertanyaan politis yang harus Anda jawab terlebih dahulu adalah: Apakah negara-negara Arab yang disebutkan terakhir (sebagai misal saja) politik luar negerinya merupakan politik anti Amerika???</p>
<p>Dalam lingkup yang lebih sempit, idealnya negara-negara Arab seharusnya bersatu dalam menyikapi tragedi berdarah tersebut. Namun, kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Buktinya salah satu negara yang berbatasan dengan Jalur Gaza menilai Hamas lah yang menyebabkan tragedi berdarah di kota yang berhadapan dengan laut Mediterrania (<em>Al Bahru -l Mutawassith</em>) itu. Sedangkan Saudi Arabia dan beberapa negara arab lainnya menilai Israel telah melakukan sesuatu yang tidak berprikemanusiaan. Lihatlah! Sesama negara Arab berbeda pandangan dan sikap. Dan yang demikian itu bukanlah hal yang baru. Telah terjadi jauh sebelumnya pengkhianatan di kalangan negara Arab dalam menghadapi Israel pada tahun 1967 dalam perang yang dikenal sejarah sebagai Perang Enam Hari. Berbeda halnya dengan yang terjadi pada tahun 1973, di mana bangsa Arab bersatu padu di bawah komando Raja Faisal bin Abdul Aziz –<em>rahimahullah</em>- akhirnya berhasil memukul mundur dan mengusir Israel keluar dari Sainaa’.</p>
<p>Oleh karena itu bersikaplah adil dan bijaksana dalam menilai segala sesuatu. Jangan sembarangan menuduh tanpa bukti dan fakta. Mengapa kita disibukkan dengan menilai dan mensifati orang lain dan lalai menilai diri kita sendiri? Mengapa kita tidak berlomba-lomba melebihi Saudi Arabia dalam membantu korban kedzaliman Yahudi tersebut? Silahkan saja bandingkan antara Saudi Arabia dengan negara mana saja dalam hal donasi untuk Program Peduli Palestina.</p>
<p>Akhirnya, mari kita mendo’akan kaum muslimin yang muwahhid yang menjadi korban kedzaliman tentara Yahudi di Jalur Gaza khususnya, dan Palestina umumnya, agar mendapatkan syahadah <em>fii sabiilillah</em> dan semoga kita dikumpulkan bersama para Nabi, shiddiiqiin, para syuhada’ dan orang-orang shalih.</p>
<p><em>Washallallaahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad, wa aakhiru da’waanaa anil hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.</em></p>
<p>Riyadh, 14 Muharram 1430 H</p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Abu Yazid (dari Riyadh, Saudi Arabia)<br />
Artikel <a title="Kami tidak tinggal diam wahai Palestina!!!" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/kami-tidak-tinggal-diam-wahai-palestina.html">www.muslim.or.id</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amidi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amidi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amidi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amidi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amidi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amidi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amidi.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=44&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amidi.wordpress.com/2009/01/16/palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6807d0ac74cf4f05aebac2e1c609dae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amir bin Syarahil</title>
		<link>http://amidi.wordpress.com/2008/12/18/amir-bin-syarahil/</link>
		<comments>http://amidi.wordpress.com/2008/12/18/amir-bin-syarahil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 07:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[mutiara salaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amidi.wordpress.com/2008/12/18/amir-bin-syarahil/</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam kitab Al Hikmah, Abu Al Hasan Al Madaini berkata, &#8221; Ada seseorang yang bertanya kepada Asy Sya&#8217;bi .&#8221; Darimana anda menndapatkan ilmu sebanyak itu?&#8221; Dia berkata,&#8221; Tidak berdiam diri, selalu melakukan perjalanan di pelosok negeri, bersabar seperti kesabaran burung merpati dan cepat-cepat secepat gagak.&#8221; Dari Abu Syibrimah dari Asy Sya&#8217;bi dia berkata,&#8221; Disebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=41&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di dalam kitab Al Hikmah, Abu Al Hasan Al Madaini berkata, &#8221; Ada seseorang<span> </span>yang bertanya<span> </span>kepada Asy Sya&#8217;bi .&#8221; Darimana anda menndapatkan ilmu sebanyak itu?&#8221; Dia berkata,&#8221; Tidak berdiam diri, selalu melakukan perjalanan<span> </span>di pelosok negeri, bersabar seperti kesabaran burung<span> </span>merpati dan cepat-cepat secepat gagak.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span id="more-41"></span>Dari Abu Syibrimah dari Asy Sya&#8217;bi dia berkata,&#8221; Disebut sebagai hawa nafsu karena dia menarik pelakunya.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Abu Sabiah<span> </span>Al Farra<span> </span>dia berkata,&#8221; Asy Sya&#8217;bi berkata,&#8221; Sesuatu yang ditinggalkan<span> </span>(dide</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Mujalid dari Asy Sya&#8217;bi, dia berkata,&#8221; Manusia telah bergelut dengan agama<span> </span>dalam waktu yang lama, hingga akhirnya agama itu hilang,<span> </span>kemudian bergelut dengan<span> </span>menjaga kewibawaan diri dalam<span> </span>waktu yang lama, hingga kewibawaan<span> </span>tersebut hilang kemudian bergelut dengan<span> </span>rasa malu dalam waktu yang lama hingga rasa malu itupun hilang, lalu<span> </span>bergelut dengan<span> </span>rasa suka<span> </span>dan takut, dan aku yakin<span> </span>bahwa nanti akan<span> </span>datang setelah<span> </span>itu sesuatu<span> </span>yang lebih berat<span> </span>dari semua itu.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Ibnu Ayyasi dari Asy Sya&#8217;bi, dia berkata,&#8221; Pada zaman dahulu<span> </span>orang-orang arab<span> </span>mengatakan, &#8221; Jika sifat baik seorang lelaki<span> </span>lebih banyak dari sifat buruknya, maka dia itulah lelaki sejati, jika seimbang maka dia adalah lelaki yang konsisten. Akan tetapi jika sifat buruknya<span> </span>itu lebih banyak dari sifat<span> </span>baiknya, maka dia adalah orang yang celaka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Mujalid dari Asy Sya&#8217;bi, dia berkata, &#8221; Aku pernah<span> </span>menyaksikan Syuraih yang saat itu<span> </span>sedang<span> </span>didatangi<span> </span>seorang wanita<span> </span>yang sedang bertengkar<span> </span>dengan seorang<span> </span>lelaki sambil menangis<span> </span>dan mengeluarkan air mata. Melihat hal itu aku berkata, &#8221; Wahai Ibu Umayyah, aku yakin<span> </span>wanita itu sedang teraniaya.&#8221;<span> </span>Syuraih berkata, &#8221; Wahai Sya&#8217;bi, sesungguhnya saudara nabi Yusuf pernah<span> </span>mendatangi ayah mereka<span> </span>sore hari sambil menangis.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Isa bin Abi Isa Alkhayyath<span> </span>dari Asy Sya&#8217;bi, dia berkata,&#8221; Sesungguhnya<span> </span>seseorang akan mendapat<span> </span>ilmu jika<span> </span>memiliki<span> </span>dua hal penting<span> </span>yaitu akal dan<span> </span>ibadah. Jika seseorang<span> </span>adalah seorang yang ahli ibadah akan<span> </span>tetapi tidak mempunyai<span> </span>akal, maka<span> </span>katakanlah<span> </span>bahwa dia<span> </span>tidak mendapat tempat<span> </span>dengan mereka yang berpikir<span> </span>dan tidak<span> </span>akan mendapatkan ilmu. Jika dia adalah orang yang mengandalkan akalnya dan<span> </span>tidak mau beribadah<span> </span>maka katakanlah bahwa dia<span> </span>tidak mendapat tempat dengan<span> </span>mereka yang ahli beribadah dan tidak mendapatkan<span> </span>ilmu. Asy Sya&#8217;bi lalu berkata,&#8221; Dan yang aku takutkan pada saat itu<span> </span>adalah<span> </span>jika mereka yang mencari ilmu<span> </span>itu tidak mempunyai<span> </span>salah satu<span> </span>dari keduanya<span> </span>tidak berkal dan tidak<span> </span>beribadah.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Muhammad bin Basyar atau Basyair dia berkata,&#8221; Asy Sya&#8217;bi berkata,&#8221;<span> </span>Takutlah kalian dari para<span> </span>ulama<span> </span>yang zhalim dan orang-orang bodoh yang mengaku<span> </span>ahli ibadah, karena hal itu<span> </span>adalah sumber fitnah.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Dawud bin Hind<span> </span>dari Asy Sya&#8217;bi, dia berkata,&#8221; Lelaki<span> </span>itu ada tiga<span> </span>tipe, yaitu lelaki tulen, setengah lelaki dan<span> </span>sama sekali bukan lelaki. Adapun<span> </span>lelaki tulen adalah lelaki yang mempunyai<span> </span>pendapat dan mau bermusyawarah. Setengah lelaki adalah lelaki<span> </span>yang tidak mempunyai<span> </span>pendapat akan tetapi<span> </span>tetap mau bermusyawarah. Dan yang sama sekali<span> </span>bukan lelaki<span> </span>adalah orang yang tidak mempunyai<span> </span>pendapat dan tidak<span> </span>mau bermusyawarah.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Mujalid dari Asy Sya&#8217;bi, dia berkata,&#8221;<span> </span>Sesungguhnya ilmu pengetahuan sangatlah<span> </span>luas dan<span> </span>tidak dapat dihitung, maka ambillah yang paling baik darinya.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dari Mujalid dari Asy Sya&#8217;bi dia berkata,&#8221;<span> </span>Bertetangga yang<span> </span>baik bukanlah jika kamu tidak<span> </span>pernah menyakiti<span> </span>tetanggamu akan tetapi<span> </span>bertetangga yang baik<span> </span>adalah yang selalu<span> </span>bersabar menghadapi<span> </span>sikap tetangga yang menyakitimu.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amidi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amidi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amidi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amidi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amidi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amidi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amidi.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amidi.wordpress.com&amp;blog=5203857&amp;post=41&amp;subd=amidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amidi.wordpress.com/2008/12/18/amir-bin-syarahil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b6807d0ac74cf4f05aebac2e1c609dae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
