RUKUN-RUKUN SHALAT
Shalat memiliki rukun-rukun yang jika ditinggalkan salah satunya maka batallah sholat tersebut. Rukun-rukun tersebut adalah
1.Niat
Niat adalah azam (kemauan yang kuat dari) hati untuk menunaikan sholat tertentu, berdasarkan sabda Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam
إنَّمَا الأ عْمَالُ بِا لنِّيَّا تِ وَ إنَّمَا لِكُلِّ امْرِ مَا نَوَى
“Sesungguhnya segala amalan itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan niatnya.” (Shohih Bukhari 1 dan Shohih Muslim 3/1515)
Niat ini letaknya bersamaan dengan takbiatul ihram bersamaan dengan mengangkat tangan, dan tidak apa-apa dilakukan sebentar sebelumnya.
2.Takbiratul Ihram
Dengan lafadz الله أكبر, berdasarkan sabda Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam
مِفْتَا حُ الصَّلاَ ةُ الطَّهُوْرُ وَتَحْرِيْمُهَا التَّكْبِيْرُ وَتَحْلِيْلُهَا التَّسْلِيْمُ
“Pembuka shalat adalah bersuci, yang mengharamkan adalah takbir dan yang menghalalkannya adalah salam.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam sunannya 1/16, Ibnu Majah dalam Sunannya 1/101, dan Tirmidzi dalam Jami’nya 1/10 dan dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shohihul Jami’ 5885)
3. Berdiri jika mampu dalam sholat wajib
حَفِظُواْ عَلَى الصَلَوَتِ وُالصّلوةِ الوُسْطَى وَقُومُوالِلَّهِ قَنِتِيْنَ
“Peliharalah semua shalat(mu), dan peliharalah shalat wustho, berdirilah untuk Allah dalam shalatmu dengan khusyu.” (QS al Baqarah 238) dan sabda Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam
صَلِّ قَائِمًافَإن لم تستطع فقا عدا فإن لم تستطع فعلي خنب
“Sholatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka dengan duduk, dan jika tidak mampu maka dengan berbaring.” (Diriwaytkan oleh Bukhari dalam Shohihnya 1/376)
4. Membaca surat Al Fatihah pada setiap raka’at.
Berdasarkan sabda Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam
لاَ صَلاَ ةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأُ بِفَا تِحَةِ الكِتَابِ
“Tidak sah shalat orang yang tidak membaca al Fathihah.” ( Muttafaq ‘alaih, Shahih Bukhori 1/263 dan Shahih Muslim 1/295)
5. Ruku’.
Berdasarkan firman Allah
يَأَ يُّهَا الّذِيْنَ ءَامَنُواْ ارْكَََعُواْ وَاسْجُدُواْ وَاعْبُدُواْ رَبَّكُمْ وَافْعَلُواْ الخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu. Sujudlah kamu. Sembahlah Rabbmu dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan…” (QS al Hajj 22: 27) dan sabda Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam kepada orang yang tidak benar sholatnya
ثُمَّ رْكََعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا
“Kemudian ruku’lah hingga ruku’ dengan thuma’minah.” (Muttafaqun ‘laih, shohih Bukhori 1/263 dan Shohih Muslim 1/298)
6. Mengangkat kepala dari ruku’.
Berdasarkan sabda Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam kepada orang yang tidak benar dalam sholatnya
ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّىتَعْتَدِلَ قَائِمًا
“Kemudian bangkitlah dari ruku’ hingga engkau berdiri i’tidal.” (Muttafaq’aaih, Shahih Bukhari 1/263 dan Shahih Muslim 1/298)
7. Berdiri i’tidal.
Berdasarkan hadist di atas dan sabda Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam
لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى صَلاَةِ رَجُلٍ لاَيُقِيْمُ صُلْبَهُ بَيْنَ رَكُوْعِهِ وَسُجُوْدِهِ
“Allah tidak melihat shalat orang yang tidak menegakkan tulang belakangnya di antar ruku’ dan sujudnya.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya 2/525 dan dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shohih Targhib wa Tarhib 527)
8. Sujud.
Berdasrkan ayat di atas dan sabda Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam
Kepada orang yang tidak benar dalam shalatnya
ثُمَّ اسْجُدُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدَا
“Kemudian sujudlah hingga engkau sujud dengan thuma’ninah .” (Muttafaq ‘alaih,Shahih Bukhari 1/263 dan Shahih Muslim 1/298)
9. Bangkit dari sujud.
Berdasarkan sabda Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam kepada orang yang tidak benar dalam shalatnya
ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَ جَالِسًا
“Kemaudian bangkitlah hingga engkau duduk dengan thuma’ninah.” (Muttafaq’alaih, Shahih Bukhari 1/263 dan Shahih Muslim 1/298)
10.Duduk di antara dua sujud.
Berdasarkan sabda Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam
لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى صَلاَةِ رَجُلٍ لاَيُقِيْمُ صُلْبَهُ بَيْنَ رَكُوْعِهِ وَسُجُوْدِهِ
“Allah tidak melihat sholat orang yang tidak menegakkan tulang belakangnya di antara ruku’ dan sujudnya.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya 2/525 dan di shahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Targhib wa Tarhib 527)
11.Thuma’ninah di dalam ruku’, sujud, berdiri, dan duduk.
Berdasarkan sabda Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam kepada orang yang tidak benar dalam shalatnya di dalam ruku’, sujud, berdiri, dan duduknya:
حَتَّى تَطْمَئِنَّ
“Hingga engkau melakukannya dengan thuma’ninah.” (Muttafaq’alaih Shahih Bukhari 1/263 dan Shahih Muslim 1/298)
Hakekat thuma’ninah adalah hendaknya diam di dalam ruku’, sujud, berdiri, dan duduknya dengan kadar waktu dia mengatakan: سبحان ربي العظيم sekali ucapan, dan yang lebih dari kadar ini maka adalah sunnah.
12.Tasyahhud akhir dan duduk tasyahhud.
Adapun tasyahhud akhir berdasarkan perkataan Ibnu Mas’ud: “ Kami biasa mengucapkan di dalam shalat sebelum diwajibkan tasyahud
السَّلاَمُ عَلَى اللهِ السَّلاَ مُ عَلَى جِبِرِيْلَ وَ مِكَائِيْلَ
“Keselamatan atas Allah, keselamatan atas Jibril dan Mikail,” maka Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah kalian mengucapkan demikian karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla adalah As Salam, tetapi ucapkanlah:
التَّحِيَّا تُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَ الطَّيِِِّبَاتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أيُّهَاالنَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَ عَلَى عِبَادِاللهِ الصَّا لِحِيْنَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَاللهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
“Segala penghormatan , shalawat, dan kebaikan bagi Allah semata, keselamatan atas Nabi demikian juga rahmat Allah dan berkah–berkahNya, keselamatan atas kami dan atas para hamba Allah yang shalih, aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan RasulNya.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunannya 1/290, Nasa’i dalam Sunannya 3/40, dan dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam shahihul Jami’ 7403)
إِذَ جَلَسَ أحَدَ كُمْ فَلْيَقُلْ التَّحِيَاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ
“Jika seorang kalian duduk maka hendaknya mengucapkan : Segala penghormatan, shalawat, dan kebaikan bagi Allah semata. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam sunannya 1/254, dan Nasa’I dalam Sunannya 3/50, dan dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shohihul Jami’ 7403(
13. Salam.
Dan berdasarkan sabda Rasulullah
مِفْتَا حُ الصَّلاَ ةُ الطَّهُوْرُ وَتَحْرِيْمُهَا التَّكْبِيْرُ وَتَحْلِيْلُهَا التَّسْلِيْمُ
“Pembuka shalat adalah bersuci, yang mengharamkan adlah takbir dan yang menghalalkannya adalah salam.”
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam sunannya 1/16, Ibnu Majah dalam Sunannya 1/101, dan Tirmidzi dalam Jami’nya 1/10 dan dishohihkan oleh Syaikh alAlbani dlam Shohihul Jami’ 5885)
14. Tartib.
Hendaknya rukun-rukun ini dilakukan dengan urutan yang benar, jangan sampai membaca al Fatihah sebelum takbiratul ihram, dan jangan sampai sujud sebelum ruku’, berdasarkan sabda Rasulullah Rasulullah ShalaAllahu ‘Alaihi wa Salam
صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَلّي
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (Diriwayatkan Bukhari dalam Shohihnya 1/226)
Sudah Benarkah Sholat Kita, Bimbingan Praktis Sholat Wajib dan Sunnah. Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
