Mendidik Dengan Sepuluh Sentuhan
Dr. Thariq M. As Suwaidan dalam bukunya “Sukses Tanpa Batas” menawarkan 10 sentuhan untuk membangkitkan potensi diri anak dengan rumus HUMANTOUCH. Menariknya 10 sentuhan tersebut diurai satu demi satu dari huruf yang tersusun dalam kata HUMANTOUCH itu sendiri
- Hear Him (Dengarkan Pendapatnya)
Inilah sentuhan pertama yang harus kita lakukan. Kenapa kita harus mendenangarkan mereka? Karena pendapat mereka patut di dengar Pada dasarnya anak didik kita bukan pribadi yang bodoh. Sungguh mereka adalah hamba yang dilahirkan fitrah dan hanif. Jadilah pendengar yang baik bagi mereka. Bila kita mau mendengar maka mereka akan berani dan percaya diri. Nantinya mereka akan mau mendengar orang lain
- Understand His Feeling (Pahamilah Perasaannya)
Setelah kita mendengarkan pendapat, keluhan, dan masalah yang dihadapinya, kemudian pahamilah perasaannya. Dengan memahami perasaan mereka, kita akan melangkahkan masuk ke ruang hati mereka. Sebuah tahapan di mana kita menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka. Mereka akan dapat merasakan simpati dan empati kita. Mereka akan merasa nyaman dan merindukan kita. Kelak, mereka akan menjadi pribadi yang berupaya memahami orang lain.
- Motivate His Desire (Doronglah Semangatnya)
Setelah memahami perasaannya, barulah kita bisa memotivasi semangat hidupnya, terutama ketika menghadapi problem hidup. Memberikan motivasi hanya bisa kita lakukan ketika kita dianggap sebagai bagian yang sangat penting dalam hidupnya. Tugas mulia kita menjadi motivator. Membangkitkan semangat yang lemah, menguatkan keinginan yang pudar, membangun kepercayaan diri yang runtuh. Beruntunglah orang yang kehadirannya dinantikan, kepergiannya dirindukaan dan perkataannya diharapkan.
- Appreciate His Effort (Hargailah Usahanya)
Menghargai adalah pekerjaan berat dan mulia. Tidak setiap orang mampu menghargai kelebihan dan prestasi orang lain. Kecenderungan manusia adalah ingin dihargai dan dipuja. Sungguh berat untuk memuji orang lain, apalagi secara struktural dan fungsional berada di bawah atau setara. Kita harus fair memberikan apresiasi terhadap hasil kerja mereka sekecil apapun. Kita harus belajar menghargai, agar kelak mereka bisa menghargai orang lain.
- News Him (Beritakan dan Ceritakanlah Tentangnya).
Anak akan bangga ketika prestasinya diinformasikan kepada khalayak. Menjadi kehormatan tersendiri, apabila kebaikan dan prestasi yang diraih diumumkan. Nilainya berbeda, melebihi iklan di media massa. Kita harus belajar memberitahukan hasil karya mereka kepada masyarakat dengan membanggakan, jangan memberitakan kelemahannya dengan mengabaikan keberhasilannya. Beritakanlah kebaikan mereka niscaya mereka akan belajar memberitakan kebaikan kita. *Namun semuanya harus dengan menimbang maslahat dan madharat dalam pemberitaan tersebut. Karena dengan pemberitaan tersebut bisa menimbulkan efek anak menjadi sombong atau bangga diri maka pemberitaan tersebut perlu kita tinjau kembali.
- Train Him (Latihlah dia).
Setelah memberitakan keberhasilannnya, kita tidak lalai untuk terus melatih dan mengasah kemampuan mereka. Mungkin saja prestasi yang diraih menyebabkan lupa diri dan terlena untuk terus memacu diri. Kita sebagai guru dan orang tua harus tampil sebagai pendamping yang mengingatkan mereka untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Termasuk kita, mungkin juga mulai lengah karena merasa puas dengan hasil yang didapatkan. Meskipun prestasi telah diraih, tapi tiada waktu yang boleh terbuang sia-sia, kecuali di dalamnya penuh dengan aktifitas latihan dan latihan.
- Open His Eyes (Buka Pandangan dan Wawasannya).
Tugas besar selanjutnya dari seorang Guru dan Orangtua adalah membuka wawasan tentang lingkungan sekitarnya. Kita tidak boleh menjadikan mereka laksana “Katak dalam tempurung” merasa hebat di rumah sendiri. Dengan prestasi yang mereka peroleh, latihan yang berkesinambungan lalu bawa mereka berjalan menelusuri belahan dunia lain yang lebih maju. Anak-anak sangat senang melihat sesuatu yang baru dan menantang.
- Understand His Uniqueness (Pahamilah Keunikannya).
Sentuhan ini membutuhkan kelapangan dan kebesaran hati, Allah telah melahirkan setiap insan sebagai pribadi istemewa. Setiap orang memiliki keunikan masing-masing yang menjadi kekuatan dan kelebihan dirinya. Setiap anak hadir dengan potensi diri yang luar biasa yang berbeda dengan yang lain. Perlakuan yang sama pada setiap pribadi yang berbeda adalah menafikan keunikan. Maka, kenali dan pahamilah keunikannya, niscaya mereka akan tumbuh pesat menjadi pribadi istemewa.
- Contact Him (Jalinlah Komunikasi Dengannya).
Sentuhan ini menghendaki kita untuk selalu membangun silaturahmi intensif dan spesial dengan mereka. Jalinan komunikasi yang mesra antara Guru dan orang tua dengan anak akan melahirkan pribadi yang hangat. Pada dasarnya setiap anak membutuhkan perhatian khusus. Jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama hanya untuk mendengarkan suara kita yang lembut dan akrab. Sapaan kita sungguh berharga bagi mereka.
- Honour Him (Hormatilah Ia).
Puncak dari mendidik dengan sentuhan hati adalah penghormatan. Menghormati hanya dapat dilakukan oleh orang-orang terhormat. Menghormati anak akan menjadikan mereka pribadi terhormat dan menghormati orang lain. Tujuan akhir dari pendidikan adalah mencetak generasi shaleh dan berakhlak karimah. Mereka itulah manusia mulia, insan kamil. Jika kita jarang mendapat penghormatan, itu pertanda kita jarang memberikan penghormatan kepada mereka.
